Daerah  

Trans Laut Jatim Resmi Berlayar, Membelah Rute Probolinggo–Madura Hingga Gili Iyang

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya meresmikan layanan Trans Laut Jatim, moda transportasi laut baru yang digadang-gadang menjadi jembatan mobilitas antarpulau sekaligus mesin penggerak wisata bahari. Kapal cepat Express Bahari 8B mulai beroperasi sejak akhir November 2025 dari Pelabuhan DABN Probolinggo.

Peluncuran layanan ini menandai perluasan jaringan Trans Jatim yang sebelumnya hanya berbasis darat. “Kami ingin layanan transportasi publik tidak hanya terpusat di daratan, tapi juga memberi akses yang layak bagi masyarakat kepulauan,” ujar pejabat Dishub Jatim dalam seremoni peluncuran.

Rute Bertingkat: Weekday dan Weekend

Baca juga  LPI Miftahul Jannah Bakeong Guluk-Guluk Gelar Acara Isra Mi'raj

Trans Laut Jatim hadir dengan pola rute berbeda antara hari kerja dan akhir pekan.

Pada hari kerja (Senin–Kamis), kapal melayani jalur pendek:

Probolinggo → Gili Ketapang → Gili Mandangin → Dermaga Branta (Pamekasan).

Sementara pada akhir pekan (Jumat–Minggu), jangkauannya diperpanjang hingga pulau terdalam di Madura:

Probolinggo → Gili Ketapang → Gili Mandangin → Branta → Gili Iyang → Kalianget (Sumenep).

Gili Iyang yang dikenal sebagai pulau dengan kadar oksigen tinggi diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru yang terhubung langsung dari Probolinggo.

Baca juga  Pesisir Probolinggo Waspada Banjir Rob 2–9 Desember, BPBD–BMKG Keluarkan Imbauan

Tarif Bersubsidi dan Fokus Penumpang

Tarif yang dipatok bervariasi menurut jarak, mulai Rp30.000 hingga Rp250.000, seluruhnya telah disubsidi pemerintah provinsi. Layanan ini hanya diperuntukkan bagi penumpang, bukan angkutan barang.

Dorongan Pariwisata Kepulauan

Otoritas Kesyahbandaran Probolinggo mencatat waktu tempuh Probolinggo–Branta yang kini hanya sekitar 3,5 jam, membuat konektivitas laut jauh lebih efisien dibanding transportasi tradisional.

Pemerintah berharap jalur ini tak hanya mempermudah warga Madura dan Probolinggo, tapi juga membuka arus wisatawan ke pulau-pulau kecil yang selama ini sulit dijangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *