PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Sungai Kedunglarangan meluap setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin malam, 23 Februari 2026. Luapan air menyebabkan banjir di sedikitnya tujuh desa yang berada di kawasan pesisir dan bantaran sungai.
Air mulai naik sekitar pukul 19.00 WIB dan terus bertambah hingga merendam permukiman warga. Sejumlah ruas jalan desa tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter. Aktivitas warga pun terganggu, terutama pada malam hari ketika debit air mencapai puncaknya.
Beberapa desa terdampak dilaporkan berada di wilayah Kecamatan Rejoso dan sekitarnya. Selain rumah warga, fasilitas umum seperti tempat ibadah dan akses jalan lingkungan ikut terendam. Warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan bersama relawan turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan membantu evakuasi warga yang membutuhkan bantuan. Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material masih dalam pendataan.
Banjir kiriman disebut menjadi salah satu penyebab meluapnya Sungai Kedunglarangan. Tingginya intensitas hujan di wilayah hulu membuat debit air meningkat dan tak tertampung di alur sungai, sehingga meluber ke permukiman di daerah hilir.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah antisipatif untuk mencegah banjir berulang. Normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase dinilai menjadi kebutuhan mendesak, mengingat kawasan tersebut kerap terdampak banjir saat musim hujan.
Hingga Senin malam, genangan air di beberapa titik dilaporkan mulai surut. Namun, warga tetap diminta waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan debit air sungai.




