News  

DPR Minta Pemerintah Awasi Distribusi Pangan Olahan Jelang Lebaran

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kaisar Abu Hanifah, meminta pemerintah memperketat pengawasan distribusi produk makanan dan minuman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Permintaan tersebut muncul seiring meningkatnya permintaan produk makanan dan minuman selama Ramadan hingga Lebaran.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan utilisasi kapasitas produksi industri makanan dan minuman pada periode Lebaran tahun ini meningkat hingga sekitar 80 persen. Angka tersebut mencerminkan tingginya aktivitas industri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kaisar menilai peningkatan utilisasi itu menunjukkan sektor manufaktur cukup responsif terhadap lonjakan permintaan. Namun ia mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada peningkatan produksi di tingkat pabrik.

Baca juga  Dirut Asabri Bantah Tuduhan Korupsi, Mahfud; Tunggu Saja Pemeriksaan Polisi

“Lonjakan permintaan makanan dan minuman menjelang Lebaran memang terjadi setiap tahun. Dengan utilisasi industri yang mencapai sekitar 80 persen, sektor manufaktur terlihat cukup sigap memenuhi kebutuhan pasar,” kata Kaisar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan tidak ada hambatan dalam rantai pasok, mulai dari ketersediaan bahan baku, kemasan, hingga distribusi logistik ke berbagai daerah.

Kaisar menilai persoalan yang kerap muncul saat permintaan meningkat bukan pada kemampuan produksi industri, melainkan pada distribusi dan tata niaga di lapangan. Jika distribusi tidak terkelola dengan baik, peningkatan produksi dikhawatirkan tidak berdampak pada ketersediaan barang di pasar.

Baca juga  Keputusan MA Terkait PKL, Anies Baswedan; Indonesia Sudah Tidak Adil

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga, terutama yang membidangi perdagangan, pangan, dan transportasi logistik. Koordinasi tersebut diperlukan agar distribusi produk makanan dan minuman tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Kaisar, stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi sangat penting untuk menjaga ketersediaan barang sekaligus menekan potensi kenaikan harga selama Ramadan dan Idul Fitri. Ia berharap momentum peningkatan permintaan ini juga dapat dimanfaatkan industri makanan dan minuman nasional untuk memperkuat kapasitas produksi dan memperbaiki efisiensi rantai pasok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *