Daerah  

Bahas LKPJ 2025, DPRD Probolinggo Kritik Realisasi Program Pemkab

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menyoroti ketidaksesuaian antara laporan dan realisasi sejumlah program pemerintah daerah dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025. Catatan itu mengemuka dalam rapat paripurna internal DPRD yang digelar pada Rabu, 22 April 2026.

Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jatikusuma mengatakan rapat paripurna tersebut merupakan agenda penyampaian hasil kerja masing-masing komisi setelah melakukan pembahasan LKPJ Bupati 2025. Menurut dia, setiap komisi menemukan dinamika berbeda sesuai bidang mitra kerjanya.

“Hasil pembahasan dari Komisi I sampai Komisi IV menunjukkan ada sejumlah catatan penting terkait pelaksanaan program pemerintah daerah,” kata Oka di Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo.

Baca juga  Pelunasan Tanah Tambang Mandek, Warga dan Ketua Komisi III DPRD Geram

Ia menjelaskan, beberapa program yang dalam laporan disebut telah terealisasi ternyata belum berjalan maksimal di lapangan. Setelah dilakukan pendalaman, DPRD menemukan adanya perbedaan antara laporan administratif dengan kondisi riil di masyarakat.

“Ada program yang di laporan disebut sudah terlaksana, tetapi ketika kami dalami kenyataannya belum sesuai di lapangan. Ini menjadi perhatian serius DPRD,” ujarnya.

Baca juga  Nilai Konfercab PC GP Ansor Sumenep Cacat Hukum, Ketua PAC Dungkek Sodorkan Tiga Kejanggalan

Menurut Oka, secara regulatif DPRD tidak memiliki kewenangan untuk menolak atau menghentikan LKPJ karena dokumen tersebut merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan daerah. Meski demikian, fungsi pengawasan tetap dijalankan melalui pemberian rekomendasi kepada pihak eksekutif.

Sebagai tindak lanjut, DPRD akan menyampaikan rekomendasi resmi kepada Bupati Probolinggo. Selain itu, unsur pimpinan dewan dijadwalkan bertemu langsung dengan kepala daerah dan wakil bupati guna menyampaikan hasil temuan dari masing-masing komisi agar menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *