Jalan Rp14 Miliar Diresmikan Prabowo, Warga Sampang Soroti Jalan Desa yang Masih Terabaikan

PILIHANRAKYAT.ID, Madura-Peresmian ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memunculkan harapan sekaligus kritik dari masyarakat setempat.

Jalan yang dibangun melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025 itu menelan anggaran sekitar Rp14 miliar. Peresmian yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2025, dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, termasuk Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Dody menyebut pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat konektivitas antarwilayah melalui program peningkatan infrastruktur jalan daerah.

Namun, di balik seremoni peresmian, sebagian warga Kabupaten Sampang mempertanyakan pemerataan pembangunan jalan. Mereka menilai masih banyak akses jalan kabupaten maupun desa yang kondisinya jauh dari layak dan belum tersentuh program pemerintah.

Salah seorang warga mengatakan, akses menuju lokasi jalan yang diresmikan Presiden sebagian besar justru diperbaiki melalui swadaya masyarakat. Menurut dia, sekitar 75 persen perbaikan jalan dilakukan secara gotong royong oleh warga.

Baca juga  Prabowo Sudah Bertemu Cak Imin, Ini Hasilnya...!!!

“Kurang lebih 75 persen jalan menuju lokasi tersebut diperbaiki secara gotong royong oleh masyarakat. Bukan hasil pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Sampang,” ujar warga, Rabu, 24 Juni 2026.

Keluhan tersebut juga ramai disampaikan masyarakat melalui media sosial. Warga menilai pembangunan yang terlihat saat kunjungan Presiden belum sepenuhnya menggambarkan kondisi infrastruktur di wilayah Kecamatan Kedungdung, Banyuates, dan daerah sekitarnya.

Mereka menyebut masih terdapat sejumlah jalan desa yang bertahun-tahun belum mendapat perhatian. Salah satu warga menyoroti kondisi jalan di Desa Lar-Lar, Dusun Patemon, Dusun Kayu Abuh Laok hingga Dusun Rangas yang disebut masih belum tersentuh pengaspalan.

“Yang ditunjukkan hanya sebagian kecil dari kondisi jalan yang ada. Jangan sampai masyarakat terkecoh. Kami sudah puluhan tahun menunggu perbaikan,” katanya.

Sorotan tersebut memperlihatkan adanya jarak antara pembangunan infrastruktur yang menjadi proyek prioritas pemerintah dengan kebutuhan dasar masyarakat di tingkat desa.

Bagi warga pedesaan, jalan bukan hanya jalur penghubung antarwilayah. Infrastruktur tersebut menjadi penopang aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga mobilitas harian masyarakat.

Baca juga  Bansos Cair di Bulan Mai, Anggota F-PKB Kritik Data Ganda Mensos

Sementara itu, pemerintah menegaskan pembangunan Jalan Kedungdung–Bringkoning merupakan bagian dari Program Inpres Jalan Daerah Tahun 2025 yang dilaksanakan secara nasional. Program tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi.

Dalam peresmian tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembangunan jalan daerah merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Hari ini saya resmikan Instruksi Presiden Tahun 2025 jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Meski proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur nasional, suara warga Sampang menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.

Bagi masyarakat, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran dan panjang jalan yang dibangun, tetapi dari sejauh mana manfaatnya mampu dirasakan hingga ke pelosok desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *