PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Persoalan rasisme yang terjadi akhir-akhir ini menandakan bahwa negara ini harus kembali merivitaliasasi dan merawat keutuhan bangsa, agar tidak terjadi gejala perpecahan dan robeknya wajah persatuan dibawah payung kebhinekaan.
Rasisme terhadap mahasiswa Papua diberbagai daerah menyulut api emosional yang mengguncang isu perpecahan. Hal itu, juga berdampak kepada masyarakat Papua secara keseluruhan sehingga mengakibatkan munculnya rasa dikriminasi dan asingnya masyarakat Papua di tanah sendiri.
Indonesia didirikan atas desain Bhinneka Tunggal Ika yang dasarnya Pancasila. Jadi peristiwa ini sangat disayangkan karena sudah keluar dari cita-cita bangsa ini untuk hidup rukun bersama meskipun berbeda-beda.
“Di tengah hiruk-pikuk isu rasisme yang melanda bangsa ini, contohnya yang terjadi kepada teman-teman Papua. Kita harus tetap dan terus menjunjung nilai-nilai persatuan, kita galakan semangat kebhinekaan demi tetap terwujudnya cita-cita Negara Republik Indonesia,” tegas Kordinator Aksi Forum BEM Daerah Istimewa Yogyakarta (05/09).
Aksi yang berlangsung damai di Tugu Yogyakarta ini diikuti seluruh mahasiswa Yogyakarta, seruan mengajak seluruh elemen masyarakat kembali mempererat persaudaraan dan persatuan terus menggema sampai sore menjelang.
Seruan untuk masyarakat agar tetap kondusif dalam menyikapi isu rasisme dengan tetap netral terhadap propaganda media yang bermuara pada tindakan provokatif adalah bagian dari rangkaian aksi damai ini.
“Saat suana mulai keruh dan propaganda terus berseliweran di media sosial, kita sebagai mahasiswa harus menjadi garda paling depan untuk bisa menyadarkan masyarakat bahwa persatuan dan keutuhan NKRI adalah harga mahal sekaligus harga mati,” tutur salah satu massa aksi Ahmad Rifa’i, saat ditemui redaksi di tengah-tengah aksi.
Selain itu, isu rasisme ini memang sengaja digoreng oleh oknum-oknum tertentu, bahkan isu semacam ini sengaja dirawat agar bisa bertindak komersil dengan memanfaatkan isu rasisme dan Papua.
“Aksi-aksi yang memanfaatkan kasus rasisme itu bagian tindakan komersil. Semestinya, sebagai bangsa yang memiliki landasan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, aksi turun jalan harus berlandaskan nurani. Terkadang banyak yang lupa bahwa ada hal yang jauh lebih penting, yaitu menjaga kesatuan NKRI. Menguatkan masyarakat Papua bahwa kita satu, kita saudara, kita Indonesia,” tegas Muhammad Hamdan selaku Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Jims/PR.ID)




