Banjir Pasuruan Belum Surut, BPBD Siagakan Evakuasi dan Pompa Air

PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan petugas gabungan masih bersiaga untuk mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, jika sewaktu-waktu diperlukan. Hingga Rabu, 21 Mei 2026, belum ada laporan warga yang mengungsi meski banjir masih merendam sejumlah wilayah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan tinggi muka air akibat luapan sungai berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter. “Sampai hari ini tidak ada informasi warga yang mengungsi, petugas masih bersiaga untuk evakuasi warga jika diperlukan,” kata dia di Jakarta, Rabu.

BNPB menyebut banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air Daerah Aliran Sungai Kedunglarangan dan Sungai Welang meningkat hingga meluap ke permukiman warga sejak Selasa, 19 Mei 2026. Empat kecamatan terdampak meliputi Purwosari, Bangil, Pandaan, dan Pohjentrek.

Baca juga  Kirab Perdana 1 Muharram di Watupanjang, Madin Darul Ibad Gaungkan Sholawat Burdah

Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, sebanyak 1.867 rumah warga terdampak banjir. Selain itu, satu fasilitas infrastruktur berupa jembatan turut terdampak genangan air. Tim gabungan, termasuk Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Pasuruan, terus memantau perkembangan debit air sungai dan kondisi cuaca di wilayah hulu.

Sementara itu, banjir di Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, yang mulai merendam permukiman sejak Rabu dini hari, 20 Mei 2026, hingga Kamis siang belum juga surut. Kondisi terparah terjadi di Dusun Pulodowo dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Baca juga  Dunia Seni Indonesia Berduka, Radhar Panca Dahana Meninggal

Puluhan rumah warga masih tergenang sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Warga memilih bertahan di rumah karena akses keluar masuk kampung masih dipenuhi air. “Kalau mau keluar harus menerobos banjir. Banyak aktivitas warga memang terganggu,” kata Arifin, warga Dusun Pulodowo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air Jawa Timur untuk mengirim pompa air ke lokasi terdampak. Selain itu, BPBD juga menyiapkan bantuan makanan bagi warga. “Hari ini kami juga menyiapkan distribusi bantuan makanan dan berkoordinasi dengan SDA agar dibantu pompa,” ujar Sugeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *