Puisi  

Soneta Achmad Sulaiman

24 Tahun Selampai 

“selamat ulang tahun, Selendang”
kini usiamu genap 24 tahun yang membentang
usia kehidupan dalam perhitungan manusia
dengan niat, cita-cita, doa dan rasa hampa

penuh getir detik-detik tiup lilin kau nanti

sedih dan bahagia menyatu melingkari puisi
puluhan ucapan tergudah tembang yang tak
kau dengar dengan pendengaran kelelawar

kepahitan merambat di sulur-sulur muslihat
yang muncul di tangga-tangga matematika:
setiap daya dan cipta menghitung yang nyata

dan yang maya bersama degup dan detakmu
lalu alir darah dah nafasmu, semua terkalkulasi
jikalau ini sebuah awal dan akhir: hiduplah engkau

Oktober 2013

Foto Editor, “Api”/ SEL/Pilihan Rakyat

Sebab Orang Bertanya 

Baca juga  Puisi Khalil Ramli : Aku Lelaki Madura | Depan Jendela | Di Tepi Laut | Perempuan di Atas Karang | Surat Cinta

benarlah orang-orang bertanya padamu
: masih adakah penyair itu, Selendang? 
pertanyaan yang sukar untuk kaujawab
bahkan kau tak pantas menjawabnya

 lalu kau bertanya pada dirimu sendiri
: Selendang, apa masih kamu menulis puisi? 
kau terdiam di atas tumpukan kata-kata
yang kau kais dari jalanan di malam gelap

dan setiap kali kau duduk di kursi keramaian
kau asingkan pikiran ke alam bayangan
demi mengistirahatkan rasa getir dan ketakutan

teriakan orang-orang meneret sukmamu
ke lapangan, tangan-tangannya penuh cakaran
mengebiri tubuhmu yang ringkih terintih-rintih

Oktober 2013

Istiara Yang Kamu 

Istiara yang kau cinta, atas nama bait-bait prosa
dengarlah tuah-tuah kebijaksanaan kaum papa
sebab ini zaman terseok-seok geraknya
dengan hidup terunta dan luka di muka dunia

Baca juga  Puisi Seperti Bom Atom | Kupu-kupu Telaga | Cerita Satu Babak | Niat Penyair

 genap sudah siksa dunia jika itu penderitaan
sempurnalah nasib bila hidup mesti diperjuangkan
kepada siapa keluh kesah mesti dicurahkan
kehidupan kini telah sampai di pintu omomng kosong

maka dengarlah penuh damai, Istiara
biar tak lagi merebak kesia-siaan
biarkan percakapan iseng hancur dengan dirinya

tak perlu kau pergi ke barat jadi pengembara
di negeri manapun, tiada lagi guru dan pemimpin
tentramlah di sini dengan berbuat sesuatu

Oktober 2013

Achmad Sulaiman adalah pemangku blog pilihan rakyat (pilihanrakyatnews.blogspot.co.id). Juga seorang blogger dan penulis lepas. Sesekali diundang menjadi Notulen, moderator, dan pembaca puisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *