PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sudah menghimbau kepada segenap Pimpinan Daerah harus tepat sasaran dalam mengelolah Anggaran Dana Daerah. Hal itu tak lain hanya membuat masyarakat betul-betul menikmati kesejahteraan dalam hidup.
Tito mengatakan bahwa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah daerah harus tepat dengan sasaran dan sejalan dengan visi-misi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena di periode Kedua Presiden Jokowi ini menciptakan Indonesia Maju. Dan Tito juga menegaskan program yang dijalankan dari APBD harus dirasakan oleh masyarakat.
“Salah satu tugas dari Mendagri itu adalah melakukan pembinaan pembangunan, artinya ada dana yang cukup besar ditransfer ke daerah, itu harus tepat sasaran, di antaranya harus mensinkronkan antara visi-misi Bapak Presiden dengan kebutuhan khas masyarakat pembangunan lokal,” kata Mendagri Tito dalam keterangannya, Selasa (29/10/2019).
Mendagri juga berharap agar program pemerintah daerah dapat sejalan dengan pemerintah pusat. Demi terciptanya cita-cita atau menyelaraskan visi-misi Presiden Jokowi untuk lima tahun kedepannya. Maka dari itu penting kiranya kalau ada sinergi atara pimpinan daerah dengan pimpinan pusat.
Tito bukan hanya menyarankan urusan itu, akan tetapi, dia juga menginginkan setiap dana pemerintah dapat disalurkan ke program-program yang berguna bagi masyarakat. Karena kita ini kan menciptakan Indonesia Maju.
“Jadi yang ingin kita sampaikan kewenangan salah satu tugas dari Mendagri adalah untuk meyakinkan, memberi pembinaan agar program di daerah sinkron dengan pemerintah pusat. Kita juga sisir, jangan sampai hanya ‘sent’ berarti jangan hanya buat program, tapi harus ‘delivered’ dirasakan oleh masyarakat,” jelas Tito.
Tito akan membuat evaluasi terhadap penggunaan dan penyerapan dana yang digunakan pemerintah daerah. Dia juga akan membuat iklim kompetitif bagi setiap pemda dan memberikan apresiasi bagi pemda yang memiliki output baik.
“Kita akan melakukan evaluasi akhir tahun ini, kita lihat dari provinsi, kabupaten/kota, kita akan buat iklim yang kompetitif, yang bagus akan kita berikan penghargaan, yang kurang bagus akan disebutkan, kemudian setelah itu juga akan aktifkan APIP, inspektorat, untuk melihat dan menyisir program-program tepat sasaran,” ucapnya. (Rifa’i/PR.ID)




