PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Budayawan cum sastrawan Indonesia Goenawan Mohamad (GM) menceritakan bagaimana ia menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” pada pembukaan Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan beberapa waktu lalu.
“Di pembukaan Kongres Kebudayaan saya ikut menyanyikan “Indonesia Raya”. Tak ada yang istimewa,” tutur GM belum lama ini.
“Tapi ketika sampai pada baris, ‘Marilah kita berseru: Indonesia bersatu’, saya merasa ada yang menggetarkan— ketika sikap saling bermusuhan menyebar, karena pilpres. Akan pulihkah?,” sambung GM.
Baca Juga:
- Hanura: Kenapa Baru Sekarang Rizal Ramli Bicara Freeport?
- Inas Sebut SBY Mudah Terprovokasi, Ini Sebabnya
- Pilpres 2019 juga Pertarungan Gagasan Soal Paham Kebangsaan Indonesia ke Depan
Lebih lanjut dia menyatakan dirinya hendak bermakmum pada Ahmad Syafii Maarif bahwa Pilpres 2019 bukanlan perang melainkan sekadar pertandingan yang akan berulang setiap 5 (lima) tahun sekali.
“Saya ingin mengikuti Syafii Maarif, bahwa pilpres ini bukan perang, hanya pertandingan, yang akan berulang 5 tahun sekali. Saya tak ingin mengikuti Amien Rais, yang mengumpamakan pilres ini dengan perang habis-habisan,” tuturnya.
“Saya ingin mengulang doa seorang ibu yang mengalami bagian terburuk sejarah negerinya: ‘Tuhan, lindungilah bangsa kami dari saling benci dan fitnah, karena benci akan menyengsarakan semuanya dan fitnah akan meracuni semuanya.’,” tutu GM. (dian/prid)
Editor: Didik H.





