PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Ketua Fraksi Hanura Inas N Zubir menilai bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mudah diprovokasi. Hal itu ia sampaikan tatkala SBY tengah melakukan kampanye damai beberapa waktu lalu.
“Kebaperan-nya SBY merupakan titik lemahnya selama ini, sehingga begitu mudah SBY diprovokasi oleh siapapun termasuk oleh anak buahnya sendiri. Pada saat kampanye damai yang lalu, kita juga disuguhi tontonan drama baper-nya SBY yang walk out sebelum acara selesai,” kata Inas baru-baru ini melalui pesan elektroniknya.
Baca Juga:
- Hanura: Kenapa Baru Sekarang Rizal Ramli Bicara Freeport?
- Ini Pesan Kiai Ma’ruf Kepada Relawan yang Akan Memenangkannya
Menurut Inas, pernyataan SBY yang meminta agar agar koalisinya tidak diganggu, justru menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat, apakah SBY menuduh koalisi Jokowi yang melakukan?
“Jika benar SBY menuduh seperti itu maka dia perlu membuktikan secara hukum, karena jika tidak maka rakyat Indonesia akan menduga bahwa koalisi Prabowo-lah yang melakukan “playing victim” dengan pemeran penderitanya adalah Partai Demokrat pimpinan SBY,” kata Inas.
Bagi Inas, sudah ada 2 (dua) tontonan “playing victim” yang diperankan semuanya oleh Prabowo and the gang, yaitu “Ratna Sarumpaet Gate” dan “Sandiwara Uno”.
“Bisa jadi kasus perusakan atribut demokrat diduga dilakukan oleh kelompok Prabowo sendiri untuk menarik SBY kembali fokus ke koalisi dimana sebelumnya SBY sempat menyatakan bahwa partai Demokrat membebaskan kader dan caleg-nya dalam memilih capres di 2019. (dian/prid)
Editor: Didik H.





