PDF Menjadi Terobosan Baru Di Pondok Pesantren

Santri Nurul Qadim Sebelum Melaksanakan Ujian (foto: pilihanrakyat.id)
Santri Nurul Qadim Sebelum Melaksanakan Ujian (foto: pilihanrakyat.id)

PILIHANRAKYAT.ID, Paiton-Lembaga Pendidikan Diniyah Formal (PDF) hingga saat ini masih terkenal lembaga baru, Di Probolinggo hanya ada tiga Pondok Pesantren yang memiliki Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Ke-3 Pesantren itu adalah Ponpes Zainul Hasan Genggong, Ponpes Nurul Jadid dan Ponpes Nurul Qadim.

Lembaga PDF diharapkan menjadi sentral keilmuan dalam mengkaji keilmuan islam sehingga lahir generasi yang mampu menjawab persoalan yang dialami oleh masyarakat di era 4,0.

Hasan Ready selaku Kepala Sekolah PDF di Pon. Pes Nurul Qadim Kalikajar Paiton mengatakan bahwa lembaga PDF merupakan terobosan yang diambil oleh sebagian ulama’ khususnya sesepuh Nurul Qadim dalam menjawab persoalan yang baru muncul di era 4,0.

Baca juga  Gebyar Az-Zainiyah, Gus Hilmy Berikan Aspresiasi Ke Siswa Perwakilan Probolinggo di Porseni 2023

“PDF di Nurul Qadim merupakan bentuk terobosan bagi kami dalam menghadapi persoalan yang mungkin baru di era 4,0. Kami tidak mau anak didik kami tidak mampu menjawab jika ada persoalan di masyarakatnya karena semua ini bentuk ta’dhim kami kepada dzurriyah Nurul Qadim untuk menciptakan santri yang bermanfaat bagi agama dan masyarakatnya” ungkap Hasan, Selasa, (8/12).

Kehadiran PDF di beberapa lembaga Pesantren Kab. Probolinggo disambut baik oleh masyarakat setempat. Lembaga seperti PDF memang sudah lama diharapkan oleh masyarakat mengingat sudah sedikit lembaga pesantren yang mau kembali seperti dulu yakni memfokuskan santri untuk mengkaji kitab kuning.

Baca juga  Arus Deras Sungai di Probolinggo Seret Dua Anak, Satu Tewas dan Satu Hilang

“sudah sangat sedikit sekali pesantren yang mau kembali ke pesantren seperti masa lalu. Sekarang banyak alumni pesantren yang kurang handal dalam membaca sumber utamanya (kitab kuning; Red). Dengan adanya PDF di beberapa pesantren, saya harapkan marwah Pesantren sebagai gudang pembelajaran ilmu agama kembali lagi” kata Cipto salah satu masyarakat Paiton yang senang adanya PDF di Pondok Nurul Qadim, Selasa (8/12). (Najib/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *