Kabar Sastra Akhir Tahun: Bangkalan Literary Festival 2018

Bangkalan Literary Festival 2018 merupakan jawaban dari diskusi ini. Mengingat pertukaran dan dialog lintas budaya dapat diakomodasi dalam sebuah perhelatan festival. Bangkalan Literary Festival 2018 diharapkan mampu memberi warna lain dan menjadi tolok ukur peristiwa kesusastraan di Bangkalan untuk Indonesia yang lebih luas. Tentu saja ini adalah mimpi besar dengan upaya yang tidak mudah.

PILIHANRAKYAT.ID, BANGKALAN – Pagelaran Bangkalan Literary Festival 2018 akan dilangsungkan pada penghujung tahun ini, tepatnya pada tanggal 31 Desember 2018 di Kopi Kelud, Jalan Kelud No. 07 Mlajah, Bangkalan, Madura.

Kegiatan utama yang akan dihidangkan yakni pesta buku, dialog sastra, launching dan diskusi buku festival, bincang proses kreatif, pementasan musik puisi, parade pembacaan puisi dan orasi kebudayaan.

Perihal mula asal tercetusnya acara Bangkalan Literary Festival 2018 ini berawal dari sebuah diskusi para pegia sastra Bangkalan di awal tahun 2018. Dari diskusi tersebut lahir buah gelisah yang sama, niat dan cita yang sama, yakni perlunya memiliki ruang alternatif dalam bentuk perhelatan sastra.

SIMAK:

“Dimulai dari diskusi kecil di awal penghujung tahun 2018. Beberapa pegiat sastra di Bangkalan bertemu dan memunculkan suatu kegelisahan bersama, yaitu perlunya memiliki ruang alternatif dalam bentuk perhelatan sastra yang relatif berwibawa,” tulis panitia dalam maklumatnya, dikutip dari beranda facebook penyair Bangkalan, Timur Budi Raja.

Baca juga  Ahirnya! PDI-P Bongkar Semua Kebohongan Novel Baswedan

Adapaun ruang alternatif dimaksud, sebagaimana tertulis dalam maklumat, ditujukan dapat menampilkan pemetaaan baru dalam ruang lingkup penulisan sastra, dimulai dari puisi, dengan cara menghadirkan para penyair mutakhir beserta karyanya yang dipertemukan dalam sebuah buku sebagai bahan dialog.

“Kegelisahan ini kemudian mengarah pada kajian persoalan sastra yang lebih kompleks dan signifikan, yang tak hanya bergulat di tataran kebutuhan pentingnya ruang kreatif, tapi juga ruang apresiatif. Dalam skala lokal, melakukan pembacaan dan maping komunitas sastra, menginventarisasi dan mengakomodasi karya penulis-penulis muda di Bangkalan juga perlu dilakukan,” urainya.

Diterangkan pula bahwa, Bangkalan Literary Festival 2018 merupakan jawaban dari diskusi ini. Mengingat pertukaran dan dialog lintas budaya dapat diakomodasi dalam sebuah perhelatan festival. Bangkalan Literary Festival 2018 diharapkan mampu memberi warna lain dan menjadi tolok ukur peristiwa kesusastraan di Bangkalan untuk Indonesia yang lebih luas. Tentu saja ini adalah mimpi besar dengan upaya yang tidak mudah.

Baca juga  Pemkot Probolinggo Buka Alun-Alun Hasil Revitalisasi Mulai 10 Januari

Lebih lanjut dinyatakan, Bangkalan Literary Festival 2018 kali pertama ini diinisiasi oleh Komunitas Bawah Arus dan Kopi Kelud.

Event Lainnya:

  1. Festival Puncak Papua, Seyembara Puisi Bertajuk “Papua: Cinta dari Timur”
  2. Lomba Cerpen Nasional Gratis Bertajuk Bhinneka Tunggal Ika 
  3. Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XI Mengundang Para Sastrawan di Kawasan Nusantara

Diketahui, Bangkalan Literary Festival 2018 ini mengusung tema “Bangkalan dalam Sastra Indonesia”. Menghadirkan 16 penyair terpilih yang berasal dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Surabaya, Sidoarjo dan Mataram yang jauh. Menghadirkan penyair yang juga merupakan seorang akademisi dari Makassar, sebagai pembicara utama. Menghadirkan tiga penyair dari Bojonegoro, Surabaya dan Mataram untuk mengkurasi puisi-puisi 16 penyair terpilih ke dalam buku festival. Menghadirkan seorang musisi dari Mataram dan pembawa orasi kebudayaan dari Sumenep untuk merefleksi dan menutup penghujung tahun dengan sejumlah harapan.

“Bismillah, mari nyalakan puisi sebagai bagian dari kembang api,” maklumat ditutup.

Berikut ini rangkaian acara Bangkalan Literary Festival 2018 dalam bentuk poster yang disebarkar pihak penyelenggara:

Editor: Didik H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *