Complate Chaos:Gelarinahidup begitu melelahkan! lalu aku berkata pada diriku sendiri : berhentilah pura-pura seolah ada orang lain di runagan ini!,kerap kau ucap padaku hal ihwal risau ini Dedak Kopi di…
Sastra
Gloomy Sunday*
Oleh Selman Manrifaivsky**Lelaki itu bersiap-siap seperti hendak keluar dari kamarnya. Gelisah. Sesekali diam menghadap cermin. Suram wajahnya. Ia melangkah mendekati jendela dan menyingkap kelambu. Menatap jauh ke depan. Matanya kosong….
Puisi Pilihan Dewi Ratnasari : Kau Tak Mengerti | Rumah Tanpa Damai
Kau Tak Kumengerti Kamu yang memilih bungkamTiada kata menghujanApa yang harus kulakukan? Bahasakan!Bukan sandi yang membingungkanBungkam Yogyakarta, 2015 Gambar: Sketsa Sel 18 / PIlihan Rakyat News Rumah Tanpa Damai Coba…
Percakapan Senja yang Patah
Oleh Achmad Sulaiman Menjelang senja sesuatu terjadi dalam sekejap rasa dan prasangka yang menjalar ke syaraf-syaraf otak. Tak berhenti menusuk-nusuk pikiran dan perasaan. Semacam ada luka semacam nyeri akan muntah…
Puisi Khalil Ramli : Aku Lelaki Madura | Depan Jendela | Di Tepi Laut | Perempuan di Atas Karang | Surat Cinta
Aku Lelaki Madura Akulah lelaki madurayang ingin memahami kemerduandan keindahan puisi.Yang ditulis dua belas novembersembilas belas tahun lalu.Oleh sepasang kekasihdi bawah ranjang pengantin.Tempat puisi-puisi sebelumnya lahir. Aku tidak sedang memintaPuisi…
Catatan Cinta Pengobral Puisi
Cerpen Sulaiman Achmad “Pada akhirnya, kita akan menulis sejarah kita masing-masing.” Kalimat itu lepas seketika dari mulutku di atas meja kopi. Kalimat itu pun langsung sampai di gendang telinga kawan…
Cerpen “Terakhir”
Karya; Ali Munir Sangkakala Pagi itu begitu cerahnya, bersinar menelusup jendela rumah-rumah warga. Amin terbangun dari tidurnya, mengedip matanya yang sayu setelah bermimpi semalam. Perlahan dia gerakkan tubuhnya yang kaku,…
Selendang Penjemput Impian
Oleh: Achmad Sulaiman Sesekali aku menyesal, menangis ketika melihat sosok selendang tergeletak di lemari, terlipat rapi di antara tumpukan-tumpukan kain yang kapan saja membungkus tubuhku sesuka hati. Tentu kalian bertanya,…
Soneta Baron Van Warno: Kau Bercermin Padaku | Peri Bersayap Kitab Suci | Lelaki yang Ingin Jadi Hujan | To Celleng
Kau Bercermin Padaku mari berjalan mundur – sejak kaki melangkahakhirnya tiba di tempat ini untuk cerita masa remajadurasi dan jarak kita terlampau dekat dan lekatdalam keterpisahan badan yang kehilangan perekat…
Puisi Pilihan Alunk Estohank : Lao-Tze | Kapada Suara dan Nama | Persembahan | Selamat Jalan |
Lao-Tze Seandainya kelahiran tak pernah menyapaApakah engkau akan abadi sampai ini masa?Hanyalah waktu yang tahuTentang ituKemudian sejarah mencatatnyaSebagai peristiwaPeradaban manusia Hari terus mengalirSiang dan malam selalu gelisahMencatat perubahan-perubahanTangis pun pecah…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
