Ekspor Harus Dilakukan Untuk Meningkatkan Perekonomian di Indonesia

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Lembaga kajian dan analisis yang bergerak diisu-isu ekonomi, Cut Out Goebok Indonesia menggelar diskusi public dengan “Regulasi Ekspor dalam Meningkatakn Perekonomian Indonesia”, acara tersebut bertempat di PWNU DKI Jakarta, jalan Utan Kayu Raya. Jum’at (21/02).

Hadir puluhan mahasiswa dari berbagai kampus serta organisasi mahasiswa yang menjadi partner diskusi para narasumber, yaitu Ridwan Sukmana, S.Ag M.M. pengamat kebijakan dan anggota Komisi hukum dan perundang-undangan MUI pusat, dan Dr. Lukman Hamdani, M.E.I. Akademisi Jakarta & Pengamat Pertumbuhan Ekonomi.

Dalam penjelasannya, Ridwan Sukmana, S.Ag M.M. mengatakan ekspor harus dilakukan untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia, pada tahun 70-an awal orde baru, neraca transaksi berjalan posisi ekspor di Indonesia mengalami defisit, jika ekspor lebih tinggi ketimbang import maka akan celaka yaitu nilai rupiah akan tertekan dengan demikian untuk meningkatkan perekonomian harus meningkatkan ekspor.

“Dulu neraca ekspor defisit daripada impor, imbasnya terhadap nilai rupiah, maka salah satu jalan untuk meningkatkan perekonomian negara ya melalui ekspor,” tutur Ridwan.

Dan salah satu strategi yang dilakukan pemerintah pada waktu itu menggunakan deregulasi, jika deregulasi tidak dilakukan maka akan menghambat ekspor sehingga bisa terjadi defisit.

Baca juga  CATAT! Ini Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

“Pemerintah kemudian melakukan deregulasi agar meminimalisir hambatan ekpor barang keluar.” Imbuh Ridwan.

Dalam pandangan Ridwan, jika ekspor meningkat maka PDP akan meningkat dan begitu sebaliknya, semakin tinggi PDP yang diperoleh maka semakin baik perekonomian negara. Karena teorinya, perhitungan PDP Konsumsi+Ivestasi+Apbn+(Ekspor-Impor) sehingga terlihat jika nilai ekspor dan impor sangat berpengaruh pada perhitungan PDP sejak tahun 1992-2015.

Baca juga  Aizzudin; Awas dan Waspada Gerakan Memecah Belah

Diapun menjelaskan perlunya kemapuan wirausaha atau peningkatan produksi sehingga mampu melakukan ekpor dan menekan impor untuk pemenuhan kebutuhan, dan harga yang ditawarkan juga harus lebih murah dibandingkan barang-barang impor, sehingga produksi dari memicu masyarakat Indonesia untuk gemar memilih barang produk sendiri.

“Mendesak hari ini adalah peningkatan produktivitas, mendorong wirausaha dimasyarakat serta memastikan harga barang produksi mayarakat memiliki daya saing sehingga masyarakat Indonesia lebih memilih barang produk Indonesia.” Imbuh Ridwan.

Narasumber laiinya, Dr. Lukman Hamdani, M.E.I menyoroti kebijakan ekspor negara, menurutnya beberapa sektor ekspor yaitu sektor minyak, gas, coklat, karet, dll saat ini masih menjual barang mentah atau setengah jadi dengan harga murah keluar negeri dan membeli hasil olahan dengan harga yang lebih mahal.

Baca juga  Gerhana Matahari, BMKG Imbau Masyarakat Tak Melihat dengan Mata Telanjang

“Sayangnya negara kita masik mengekpor barang mentah atau setengah jadi, lalu membeli barang hasil olahan dengan harga yang lebih mahal.” Tutur Lukman.

Dalam analisisnya, Lukman memandang hambatan perekonomian saat ini banyak terhambat oleh pajak yang harus ditanggung sehingga meningkatkan beban biaya, sehingga banyak investor yang berfikir dua kali karena banyaknya pajak yang harus dibayar.

“Pajak yang terlalu banyak meningkatkan beban biaya, ini yang membuat investor berfikir dua kali ketika mau investasi di Indonesia.” Imbuh Lukman.

Diapun menyarankan agar pemerintah hari ini harus fokus untuk pengoptimalan SDA serta SDM yang ada di Indonesia untuk dapat meningkatkan perekonomian, karena tujuan dari ekspor ini yaitu untuk dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia sehingga butuh kerjasama semua pihak baik pemerintah, kementerian, dirgen pajak, sampai pada masyarakatnya sehingga dibutuhkan sinergitas yang baik untuk memaksimalkan ekspor di Indonesia. (Az/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Bocil Top Up Voucher Game Online 800 RB; KPAI Serukan Lindungi Anak Dari Pengaruh Game Online

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Di media sosial (medsos) viral video diduga orang tua sedang memarahi kasir minimarket Indomaret karena anaknya...

Serangan Hamas Tewaskan 2 Warga Israel; PM Israel Murka

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Saling serang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza kian intens. Gempuran roket yang ditembakkan Hamas...

Kaukus Muda PPP: Penyerangan di Masjid Al Aqsha adalah Bentuk Kekejaman Negara Apartheid Israel

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Wakil Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Aas Subarkah mengutuk keras aksi pengusiran paksa warga Palestina di...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...