PILIHANRAKYAT.ID, New York-Hubungan India dan Pakistan kembali memburuk lagi, Konflik antar keduanya mengenai Kashmir berawal pada akhir 1940-an, ketika mereka memenangkan kemerdekaan dari Inggris. Sedangkan konflik saat Ini berawal saat New Delhi mencabut status otonomi Kashmir pada 5 Agustus lalu. Pemerintahan nasionalis Hindu Modi kemudian memberlakukan jam malam militer besar-besaran dan mematikan komunikasi penduduk di wilayah mayoritas Muslim Kashmir.
“Apa yang akan dia lakukan ketika dia mengangkat jam malam? Apakah dia pikir orang-orang Kashmir diam-diam akan menerima status quo?” Kata Khan dalam pidatonya di Majelis Umum PBB tanpa persiapan di mana ia menyebut tindakan PM India, Narendra Modi, di Kashmir bodoh dan kejam.
Imran Khan selaku PM
Pakistan mengecam India dan memperingatkan bahwa setiap perang diantara kedua
kekuatan nuklir itu dapat memiliki konsekuensi bagi dunia.
“Ketika sebuah negara bersenjata nuklir bertempur sampai
akhir, itu akan memiliki konsekuensi jauh melampaui perbatasan. Itu akan
memiliki konsekuensi bagi dunia,” tambah Khan.
“Itu bukan
ancaman,” katanya tentang komentar perangnya. “Ini kekhawatiran yang
adil. Kemana kita pergi?” tegasnya seperti dikutip dari New Zealand Herald, Sabtu (28/9/2019).
Sementara itu, sebelumnya di tempat yang sama, Modi PM India
memperingatkan terkait penyebaran terorisme.
“Kami milik negara yang tidak memberi perang kepada dunia, tetapi pesan perdamaian dari Buddha. Dan itulah alasan mengapa suara kami menentang terorisme, untuk memperingatkan dunia tentang kejahatan ini. Berdering dengan keseriusan dan kemarahan,” kata Modi. (Cipto/PR.ID)




