Ini Kronik Perempuan Indonesia 2018, Materi Terbaru Yayasan Jurnal Perempuan

0
Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Bagi para pembaca setia Jurnal Perempuan yang melalukan pernyataan berlangganan melalui email, tentu akan mendapat kiriman kronik tersebut. Nah, bagi Anda yang belum mendapatkannya, redaksi akan membagikannya disini. Lengkap dengan materi pengantar dari Yayasan Jurnal Perempuan.

Berikut ini isinya yang dikemas dengan gaya penulisan surat yang tenang, cerdas, berisi, segar, dan mudah dicerna. Selamat membaca dan menikmati isi kroniknya.

Simak: Amnesty International Indonesia: Yuk, ikut Write for Rights!
 
Dear Achmad,

Salam pencerahan dan kesetaraan!

Kita telah tiba di penghujung tahun 2018. Dalam peringatan hari Ibu yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia, untuk pertama kalinya Yayasan Jurnal Perempuan mengeluarkan sebuah materi baru, yaitu Kronik Perempuan Indonesia.

Kronik ini kami susun sebagai media refleksi atas situasi perempuan di Indonesia selama setahun, khususnya atas peristiwa yang kami anggap penting dan berpengaruh terhadap perjuangan perempuan Indonesia untuk keadilan gender. Kronik ini juga mencatat beberapa inisiatif dan isu yang diangkat oleh Yayasan Jurnal Perempuan selama kurun 2018.

Dalam rangkaian peringatan 20 tahun reformasi, tahun ini Jurnal Perempuan mengangkat 4 edisi dengan tema: Feminisme dan Cinta, Hukum Pidana dan Ketimpangan Gender, Perempuan dan Kebangsaan, dan Perempuan dan Ekonomi Perawatan.
Simak: 

Tema-tema Jurnal Perempuan tahun ini dipilih berdasarkan perkembangan diskursus perempuan dan situasi aktual tentang perempuan yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari publik. Topik hukum pidana kami pilih seiring dengan proses pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang sedianya selesai tahun ini. Namun dalam proses pembahasan di DPR, masih terdapat pasal-pasal RKUHP yang bias gender dan diskriminatif dengan perluasan pasal zina dan kriminalisasi terhadap LGBT.

Baca juga  Gorontalo Warnai Sumpah Pemuda dengan Busana Adat Nusantara

Di tahun 2018 ini juga, gerakan perempuan sedang mendesakkan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Beberapa pawai bersama dilakukan untuk mengangkat isu kekerasan seksual, seperti Women’s March dan Pawai Gerak Bersama pada 16 hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKtP) di berbagai kota di Indonesia.

Tahun ini ada berbagai isu perempuan yang muncul dan diangkat oleh gerakan perempuan, seperti: perempuan nelayan, kelestarian lingkungan, kekerasan seksual di dunia kerja, kerusuhan Mei 1998, pencabutan pengobatan bagi pasien kanker payudara oleh BPJS Kesehatan, kekerasan dan hukuman mati terhadap buruh migran Indonesia, dan lainnya.
SIMAK:

Dalam bidang hukum, tahun ini masih ditemukan peraturan-peraturan di daerah yang diskriminatif terhadap perempuan.Misalnya surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Aceh yang melarang perempuan untuk minum kopi semeja dengan yang bukan muhrim dan surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tentang penyampaian khotbah Jumat terkait bahaya LGBT dan HIV/AIDS.

Namun, kronik Perempuan Indonesia 2018 juga mencatat beberapa perkembangan positif dalam perlindungan hak-hak perempuan. Pada Februari 2018, untuk pertama kali kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Nusa Tenggara Barat dengan korban Juliani, perempuan PRT migran berhasil diproses hingga persidangan di Pengadilan Negeri Mataram. Di bulan Oktober, Lurah Cipinang Besar Utara mengeluarkan surat edaran mengenai Pencegahan Perkawinan Anak. Pada bulan Desember, Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan tiga orang perempuan korban perkawinan anak untuk menaikkan batas usia pernikahan bagi anak perempuan.

Baca juga  Media Management Training, Ruang Belajar Media Digital Kader PMII

Desakan gerakan perempuan untuk membahas RUU PKS sangatlah penting, karena tahun ini berbagai kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak perempuan masih memprihatinkan. Kronik Perempuan Indonesia 2018 mencatat bahwa hampir setiap bulan terjadi kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, anak perempuan, dan transgender. Mekanisme yang dapat memberikan hukuman terhadap pelaku kekerasan seksual dan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual tidak bisa ditunda lagi. Kekerasan seksual tidak boleh dijadikansebagai pemakluman oleh siapapun di muka bumi pertiwi.

Semoga Kronik Perempuan Indonesia 2018 dapat menjadi cermin bagi kita, perempuan Indonesia, dan bangsa Indonesia, untuk terus melangkah menuju keadilan gender dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Sampai jumpa dalam gerak bersama untuk pencerahan dan kesetaraan di tahun 2019!

Jurnal Perempuan diterbitkan dan dipersembahkan sebagai sumbangan untuk pembangunan yang menginduk pada keadilan rahim. Jika sahabat ingin melanggan terbitan Jurnal Perempuan, silakan menghubungi (geryandri@jurnalperempuan.com). Jadilah Sahabat Jurnal Perempuan dengan menghubungi (ima@jurnalperempuan.com), membantu merawat pengetahuan perempuan.

Salam Pencerahan dan Kesetaraan
Yayasan Jurnal Perempuan


Event Lainnya:

  1. Festival Puncak Papua, Seyembara Puisi Bertajuk “Papua: Cinta dari Timur”
  2. Lomba Cerpen Nasional Gratis Bertajuk Bhinneka Tunggal Ika 
  3. Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XI Mengundang Para Sastrawan di Kawasan Nusantara

Kronik Perempuan Indonesia 2018 (Februari-Desember)

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Yayasan Jurnal Perempuan untuk pertama kalinya mengeluarkan materi terbarunya yuakni Kronik Perempuan Indonesia. Materi baru ini diluncurkan bersamaa dengan peringatan hari Ibu, yang sejatinya merupakan hari perempuan Indonesia.

Editor: Fera Agustina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here