Jokowi Mulai Safari Politik Bersama PSI, Pengamat Sebut Ada Modal Popularitas untuk Dongkrak Partai

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Sejumlah pengamat politik menilai keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai kendaraan politik didorong sejumlah faktor, salah satunya kebutuhan partai tersebut terhadap figur dengan daya tarik elektoral besar.

Direktur Eksekutif Triaspols Agung Baskoro mengatakan PSI hingga kini belum memiliki tokoh dengan pengaruh sebesar Jokowi. Menurut dia, rekam jejak Jokowi sebagai presiden dua periode menjadi modal politik yang masih memiliki nilai.

Jokowi tercatat memenangkan Pemilu Presiden 2014 bersama Jusuf Kalla dengan perolehan suara 53,15 persen. Lima tahun kemudian, Jokowi kembali menang bersama Ma’ruf Amin dengan raihan 55,5 persen suara.

“PSI punya potensi untuk naik dan belum ada tokoh besar sekelas Pak Jokowi hadir. PSI membutuhkan sosok agar partai berlambang gajah ini bisa terus tumbuh membesar,” ujar Agung dikutip Sabtu (27/6/2026).

Baca juga  Ini dia Alasan Marcella Simon Jadi Mualaf

Sementara itu, Senior Research pada Paramadina Public Policy Institute Wahyutama menilai faktor kedekatan keluarga juga menjadi salah satu alasan Jokowi memilih PSI. Partai tersebut kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang menjabat sebagai ketua umum.

Menurut Wahyutama, dalam situasi politik yang dinamis, Jokowi dinilai lebih mudah membangun konsolidasi melalui PSI dibandingkan partai lain. “Sosok Jokowi, walaupun tidak sekuat saat masih berkuasa, menurut saya masih relevan dan menjadi kekuatan utama untuk mendongkrak popularitas PSI,” katanya.

Meski demikian, Wahyutama mengingatkan bahwa popularitas Jokowi belum tentu otomatis membawa PSI melewati ambang batas parlemen. Pada Pemilu 2024, PSI hanya memperoleh sekitar 2,8 persen suara sehingga belum berhasil menempatkan wakilnya di DPR.

Baca juga  Kesehatan Habibie Menurun

“Tantangan PSI cukup berat. Namun langkah PSI belakangan dengan merekrut beberapa tokoh dan simpul massa perlu diperhitungkan dampaknya terhadap potensi peningkatan suara pada pemilu mendatang,” ujar Wahyutama.

Jokowi sendiri resmi memulai safari politik bersama PSI pada Jumat (26/6/2026). Agenda tersebut dimulai dari Lampung selama tiga hari, sebelum dilanjutkan ke Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat.

Langkah politik ini menandai fase baru perjalanan Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, sekaligus menjadi upaya PSI memperkuat posisi menjelang kontestasi politik berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *