PILIHANRAKYAT.ID, JAkarta-Presiden Jokowi Sudah sangat relevan ketika dia tidak terlalu tergesasa dalam mengambil keputusan terkait amandemen UUD 1945. Sebab Hari ini masih belum ada suatu masalah yang mendesak akan harus ada Amandemen UUD. Pasalnya, hal itu didukung oleh Partai Demokrat.
Maka dari itu, sampai ada pernyataan yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut cenderung emosional dalam menyikapi isu amandemen UUD 1945. Hal itu didukung oleh Demokrat untuk membela Jokowi. “(Pernyataan Jokowi) Rasional,” kata Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, kepada wartawan, Sabtu (7/12/2019).
Jansen mengatakan bahwa Demokrat bukan hanya mendukung Jokowi untuk tidak tergesasa dalam mengambil keputusan, akan tetapi Demokrat, terkait wacana amandemen UUD 1945 menolak. Dia menilai belum ada kepentingan mendesak hingga perlu ada amandemen UUD 1945.
“Demokrat sepakat. Karena tidak ada urgensinya juga melakukan amandemen UUD ’45 sekarang ini kan. Apa coba alasan mendesaknya? Kan tidak ada. Kalau soal GBHN yang dipersoalan, kita sekarang ini kan sudah punya Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah (RPJM),” ujar Jansen.
Dia mengatakan bila memang RPJM dinilai kurang, maka semestinya GBHN dibuat dalam bentuk UU. Menurutnya langkah tersebut lebih tepat.
“Kalau itu dianggap masih kurang dan tetap memaksa harus ada GBHN, mari kita susun GBHN tapi bentuknya UU. Ngapain kita harus ‘mengotak-atik’ UUD segala. Toh di DPR perwakilan semua partai juga sudah ada. Dan UU yang terkait hubungan pusat dan daerah memang DPD dilibatkan kan. Jadi sudah lengkap semua,” ungkapnya.
Itu sebabnya kenapa Partai Demokrat mendukung Jokowi, karena kalau hanya urusan GBHN saja itu tidak logis karena negara mempunyai RPJM. Kalau kemudian itu perlu dengan adanya Amandemen ya silahkan dilakukan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
(Rifa’i/PR.ID)




