Kejari Sumenep Tahan 4 Tersangka BOP, Trimo; Pelaku Terancap Hukuman 5 Tahun Penjara

0
Kejari Sumenep Tahan 4 Tersangka BOP, Trimo; Pelaku Terancap Hukuman 5 Tahun Penjara
Kejari Sumenep Tahan 4 Tersangka BOP, Trimo; Pelaku Terancap Hukuman 5 Tahun Penjara

PILIHANRAKYAT.ID, Sumenep – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur menahan 4 tersangka kasus Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) 2021 karena diduga mencatut nama Pesantren Annuqayah dari Guluk-Guluk, Sumenep, (9/6/2022). 

Keempat tersangka tersebut adalah Haitum, S.Pd alias H. Anas (43 tahun), berdomisili di Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Jamaluddin (40 tahun), Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Amir Hamzah dan Akh. Faidi, S.Pd. Keduanya merupakan warga Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Dalam kasus ini, Jaksa menunjukkan barang bukti uang tunai yang diduga hasil kejahatan 4 tersangka BOP.

Para tersangka dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sunenep. “Kami punya waktu 20 hari kedepan, masa penahanan,” tegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep Trimo.

Alasan dilakukan penahanan terhadap 4 tersangka, dan dikhawatirkan melarikan diri. “Tiga di antaranya [tersangka, red] tinggalnya di Pamekasan. Satu bertempat tinggal di Sumenep,” tegasnya.

Baca juga  Sufmi; Dewas-KPK Segera Susun Kode Etik

Akibat Perbuatannya itu, para tersangka dijerat Pasal 266 ayat (1) jo. Pasal 55 ayat (1) ke (1). “Dalam melakukan tindak pidana, tersangka menggunakan surat palsu dengan menggunakan milik hak orang lain. Dan ancaman hukumannya itu diatas 5 tahun,” sambung Trimo.

Ia menambahkan, selain 4 tersangka yang diserahkan penyidik Polres Sumenep, juga barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp50 juta serta sejumlah dokumen (surat) untuk proses pencairan BOP di salah satu bank BUMN.

Bahkan lanjut Trimo, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Sumenep untuk disidangkan. “Insyaallah, pekan depan,” pungkasnya.

Sementara, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S menjelaskan, pada proses penyerahan tersangka BOP yang diduga mencatut nama lembaga Annuqayah kepada Kejari Sumenep dilakukan oleh unit Pidter (tindak pidana tertentu).

#Kejaksaan Sumenep Madura #Kejari Sumenep #Kejaksaan Negeri Sumenep #Kejaksaan Sumenep #Kajari Sumenep #Kriminal Sumenep Terbaru #Pemalsuan Dokumen #Pasal Pemalsuan Dokumen #Pasal 266 Kuhp Tentang Pemalsuan Dokumen #Kasus Pemalsuan Dokumen #Pasal 263 Kuhp Tentang Pemalsuan Dokumen #Pasal Pemalsuan Dokumen Ijazah #Pemalsuan Dokumen Pernikahan #Pasal Pemalsuan Dokumen Ktp #Pemalsuan Dokumen Tanah #Pasal Pemalsuan Dokumen Sertifikat Tanah #Kasus Pemalsuan Dokumen Sertifikat Tanah #Pasal Pemalsuan Dokumen Kk #Pasal Pemalsuan Dokumen Stnk #Pasal Pemalsuan Dokumen Kependudukan #Pasal Pemalsuan Dokumen Kendaraan #Pasal Pemalsuan Dokumen Nikah #Kasus Pemalsuan Dokumen Negara #Pasal Pemalsuan Dokumen Dan Tanda Tangan #Pemalsuan Dokumen Kontrak #Kasus Bop #Kasus Bop Kabupaten Pasuruan #Kasus Bop Bojonegoro #Kasus Bop Kemenag #Kasus Bop Kota Pasuruan #Kasus Bopak Castello #Kasus Bop Kemenag Pasuruan #Studi Kasus Bop #Contoh Kasus Bop #Kasus Bop Kemenag Kabupaten Pasuruan
Baca juga  3 Kondisi Yang Perlu Diperhatikan Untuk Lepas Lockdown

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here