Kiai Said: Kekayaan Simbol dan Kultural NU Intrumen Gerakan Revolusi Mental

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Penggerak Pemimpin Agama Pelopor dan Penggerak Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) PWNU Provinsi DKI Jakarta. Acara yang berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 23-25 September 2021 di Hotel Balairung ini terlaksana atas kerjasama Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK) dengan Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU).

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj dalam sambutannya menyampaikan bahwa Al-Qur’an memerintahkan kita agar menjadi umat yang Washatiah, umat yang modern, yang keren, dan umat yang bermartabat. Bahkan (mohon maaf) di dalam alquran tidak ada kata-kata umat Islam, umat Arab, bangsa Arab, tidak ada, yang ada Ummatan Wasathah. Apalagi negara Islam, daulah Islamiyyah, tidak ada itu.

“Jangankan Daulah Islamiyyah, umat Islam saja tidak ada dalam Al-Qur’an,” tegas Kiai Said.

Umat yang modern, yang keren, dan bermartabat, lanjut kiai Said mengutip ayat Al-Qur’an, diciptakan agar berperan di tengah-tengah masyarakat. “Peran apa itu? Hadir berperan dalam agama, pendidikan, peradaban, kemajuan, kemanusiaan, sosial, dan seterusnya,” jelas Kiai Said.

Artinya, kata beliau, Alquran lebih mendorong kita agar menjadi umat yang berperan, tidak penting simbol nama umat Islam, tidak penting peran politik formal, yang penting peranannya. “Dari pada kita mengaku mayoritas tatapi tidak berpen, percuma itu,” ujarnya.

“Kita kadang-kadang ya sedih melihat umat Islam di Indonesia ini, terutama NU yang katanya 94 juta, tapi perannya sangat minim. Selalu menjadi objek, tidak pernah menjadi subjek. Padahal kita mayoritas. Kenapa begitu? Karena kita tidak keren, tidak Washatiah, belum mencapai tingkat Ummatan Wasathah,” kata Kiai Said.

Baca juga  Kunjungi PCNU Jakarta Pusat, Ini Pesan Kiai Said

Kita pun, sambungnya, mengemban amanat samawiyah, yaitu agama, itulah amanat yang pertama dan bersifat suci. Agama isinya dua, aqidah dan syariah sebagaimana yang diterapkan dalam tradisi NU. Kita pun wajib taat kepada Allah, Rasulullah. “Bahkan harus taat kepada pemerintah, jika pemerintahnya baik,” serunya.

Baca juga  5 Artis Cilik Ini Sukses Beralih Profesi, Dari Dokter Hingga Anggota DPR!

Amanat yang kedua, kata Kiai Said, amanat kemanusiaan, amat realistis (kehidupan profan di dunia ini yaitu peradaban dan kebudayaan). Termasuk yang bersifat saintifik, culture, materi, fisik, dan segala yang tampak secara kasat mata.

“Nah di sinilah tugas kita untuk terus-menerus perbaiki, kita jaga, dan kita rawat,” cetusnya.

Kita ini punya kekayaan luar biasa, kekayaan sosial. NU yang konon memiliki jamaah 94 juta menaruh ketaatan kepada kiai. Ini kekuatan yang luar biasa. Tiada kiai NU yang mengajak radikal apalagi intoleran. “Kiai-kiai NU di kampung-kampung tanpa harus diperintah sudah menyerukan kepada masyarakat untuk akur, rukun, bersatu, jangan berkonflik, kalau ada yang konflik diakurkan,” tuturnya.

Kiai Said juga menegaskan bahwa NU punya kapital sosial luar biasa, yang tidak dimiliki organisasi lain. “Taatnya masyarakat kepada kiai, kepada pimpinan. Contoh, dulu saat program pemerintah Keluarga Berencana diterapkan, baru berjalan dengan baik setelah para kiai membolehkan. Jadi, peran kiai sangat besar,” terangnya.

Baca juga  Kasus Novel Baswedan, Kabareskrim; Itu Menjadi Tugas Proritas

Oleh karena itu, tegasnya, kekayaan kapital sosial tersebut harus dirawat, dijaga, dan kita kembangkan.

Tidak hanya itu, NU juga punya kekayaan kultural luar biasa. Yang paling penting adalah kitab kuning. “Kiai NU tidak sembarangan mengeluarkan hukum atau keputusan kecuali merujuk pada kutub kuning. Itulah kebudayaan kita yang harus dijaga, dirawat, dikembangkan, dan diperkuat. Jadi, jika hanya kembali pada Al-Qur’an dan Hadits itu bukan NU,” jelasnya.

Kekayaan lainnya ialah kekayaan simbol, kekayaan organisasi, politik, dan kekayaan ekonomi. Untuk merawatnya butuh perjuangan. “Yang kita miliki sekarang harus kita perkuat yaitu sosial, budaya, dan simbol. Yang diharapkan di bidang politik kita menjadi penentu. Juga dibidang pendanaan kita masih nol. Oleh karena itu, yang belum harus kita kejar, yang sudah tapi belum maksimal kita perkuat, dan yang sudah harus kita pertahankan,” tandas kiai Said.

Guna mendukung gerakan Revolusi Mental berjalan dengan baik, maka kelima kekuatan yang dimiliki dan diperjuangkan NU mesti dijalankan dan diperkuat.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Staf Khusus Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang membidangi Reformasi Birokrasi Ravik Karsidi, Kepala Madrasah Kader NU KH. Sultonul Huda, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta H. Abdul Muin, serta jajajaran Pengurus Harian PWNU DKI Jakarta.

Baca juga  Peringati Hari Kartini, Perempuan Bangsa DIY Bagi-bagi Takjil

Sekadar informasi, acara yang secara resmi dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU ini diikuti para Pemuka Agama dan Pimpinan Nahdlatul Ulama se-DKI Jakarta.

(RED/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Rayakan Hari Santri Nasional, Kemenag Gelar Pameran Pesantren Vitual

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Kementerian Agama menggelar Pameran Pesantren Virtual (Pesantren Virtual Exhibition). Pameran ini dalam rangka Peringatan Hari...

Kunjungi PCNU Jakarta Pusat, Ini Pesan Kiai Said

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj berkunjung ke Sekretariat Pengurus...

Perkuat Konsolidasi Kinerja, Bidang Penataan Aparatur Organisasi PB PMII Gelar Orientasi

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Sebagai bagian terpenting dalam organisasi PMII, Bidang Penataan Aparatur Organisasi memiliki tugas dan tanggung jawab...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...