Hukum  

Kisah Tragis LDR: Pria di Yogyakarta Tak Kuat, Setubuhi Calon PSK sebagai Pelampiasan

Kisah Tragis LDR Pria di Yogyakarta Tak Kuat, Setubuhi Calon PSK sebagai Pelampiasan
Kisah Tragis LDR Pria di Yogyakarta Tak Kuat, Setubuhi Calon PSK sebagai Pelampiasan
banner 468x60

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta – Seorang pria yang dikenal sebagai FAS (34) diduga melakukan tindakan asusila terhadap para calon pekerja seks komersil (PSK) di Kota Yogyakarta.

FAS beralasan bahwa ia terpaksa melakukan tindakan tersebut karena istrinya berada di Kabupaten Kulon Progo dan jauh darinya.

Wakasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Eko Haryanto, menjelaskan bahwa FAS memanfaatkan grup Facebook untuk menggaet para korban. Dalam grup tersebut, FAS menyamar sebagai seorang perempuan bernama Nathalie.

Setelah mengajak para korban ke hotel, FAS kemudian melakukan tindakan asusila. Ia melakukan tindakan tersebut secara berulang kali dan mengancam para korban jika permintaannya tidak dituruti.

Bahkan, ketika para korban ingin mengakhiri hubungan tersebut, FAS mengharuskan mereka mencari pengganti dan mengancam akan menyebarkan rekaman hubungan tersebut ke media sosial jika mereka menolak.

Selain itu, pekerjaan yang dijanjikan kepada para korban ternyata tidak pernah terjadi.

FAS mengaku nekat melakukan tindakan asusila tersebut karena terbawa oleh nafsu. Ia tidak kuat dengan kondisi long distance relationship (LDR) yang dijalani dengan istrinya.

Meskipun begitu, FAS telah berhasil menjaring empat korban, satu di antaranya tidak dapat disetubuhi karena sedang menstruasi.

Kini, FAS terancam hukuman berat karena tindakannya yang merugikan banyak pihak. Dalam hal ini, FAS terancam dijerat dengan Pasal 81 dan Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dan Pasal 6 huruf b atau pasal 12 atau pasal 14 ayat (2) huruf a dan huruf b UU RI Nomor 12 Tahun 2022. Hukuman yang dapat diterima oleh FAS adalah hukuman maksimal selama 15 tahun penjara.

Dalam kasus ini, tindakan FAS sangat merugikan banyak pihak, terutama para korban yang menjadi sasaran tindakan asusilanya.

Hal ini juga memberikan dampak buruk terhadap industri prostitusi yang semakin sulit ditekan oleh pihak keamanan.

Selain itu, tindakan asusila yang dilakukan oleh FAS menunjukkan rendahnya moralitas yang dimiliki oleh pelaku, serta menunjukkan ketidakmampuan dalam mengendalikan emosi dan nafsu.

Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menghindari terlibat dalam praktik-praktik yang tidak baik dan melanggar hukum, seperti prostitusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *