Melalui PTSL, Mereka Resmi Pemilik Tanah

0
Sertifikat Tanah (foto: ist)
Sertifikat Tanah (foto: ist)

PILIHANRAKYAT.ID, Ambon-Di salah satu daerah Ambon terdapat dua Kampung yang baru mendapat kejelasan terkait tanah yang ditempatinya. Dari dulu mereka tidak mendapat kejelasan dan selalu membayangkan jika tanah yang ditempati dan bercocok tanam tiba-tiba dirampas oleh orang lain.

Dua Kampung ini dihuni perantau dari Pulau Buton. Mereka sudah turun temurun tinggal dan  diperkirakan sejak jaman Penjajahan Jepang.

“Tidak pernah ada masalah, mereka sudah berbaur dan merasa sebagai orang Ambon,” ungkap Sarwan (40) Ketua  RW Dusun Waringin Cap.

Kampung penyalur sayur terbesar Kota Ambon ini bisa disebut kampung perjuangan pertanahan. Betapa tidak, sejak lahirnya hukum Pertanahan Nasional hingga tahun 2018 lalu warga kampung ini selalu gagal memperoleh sertipikat.

Baca juga  Kekeringan Melanda Magetan, 8.725 Warga Terdampak

“Selalu berakhir di Pengukuran, tidak pernah keluar sertipikat,” ungkap Lagima (65) warga Kampung Waringin Cap.

Bisa dibayangkan tinggal dan mencari penghasilan pada tempat dengan status tanah tidak ada kejelasan. Bayangan sewaktu-waktu akan tergusur pasti menghantui pikiran.

Sampai pada akhirnya tahun 2018 lalu, Kantor Pertanahan duduk bersama dengan Pemerintah Kota Ambon serta DPRD Kota Ambon untuk menyelesaikan masalah di dua kampung ini.

“Kami hearing dengan Wali Kota dan Anggota DPRD,” ungkap Marulap Togatorop, Kepala Kantor Pertanahan Kota Ambon.

Baca juga  Gerbang Tani DIY Minta Pemerintah Kontrol Harga Pakan Ternak

“Banyak klaim ini tanah adat, kami petakan lagi, kami overlay-kan  dengan peta di kantor pertanahan, rupanya tanah di sini adalah tanah bekas Eigendom Verponding, dan akhirnya tahun 2019 melalui PTSL sertipikat dapat terbit,” imbunya

Tentunya hal ini disambut baik oleh seluruh masyarakat kampung yang sebagian besar penduduknya adalah petani sayuran. Abuhiri (57) menyampaikan bahwa dulunya dia selalu was-was untuk mengerjakan tanahnya.

“Tidak ada sertipikat, tanah saya biarkan saja, takut keluar modal nanti tiba-tiba tanah orang ambil,” ungkapnya. 

Kini setelah terbit sertipikat, warga Kampung Keranjang dan Waringin Cap sudah dapat bernafas lega.  Secara resmi kini mereka adalah pemilik resmi dari tanah yang telah turun temurun didiami dan juga tempat mencari rejeki (Cipto/PR.ID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here