Nasdem Menganggap Hubungan Prabowo-Jokowi Mesra, Yang Tidak Suka Itu Adalah Isu Belaka

DPP Nasdem (foto: ist)
DPP Nasdem (foto: ist)

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Partai NasDem menganggap bahwa hubungan Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi banyak yang tidak suka itu hanyalah isu belaka. Sebab, sudah banyak di kalangan Dunia massa tak lagi independen dalam urusan berita-berita.

Presiden harus mempunyai totalitas dalam membangun perubahan bangsa Indonesia. Jadi presiden mau bertemu dengan siapapun kalau itu menjadi urusan untuk perubahan bangsa, tak jadi persoalan. Karena pertemuan itu adalah kepentingan politik (perubahan Indonesia).

“Dengan siapa pun Presiden bertemu, tentu kita harus memberikan apresiasi. Jadi kalau ada framing-framing yang negatif, menurut saya, ah itu cuma isu. Nggak ada itu,” kata Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago di d’Consulate Resto&Lounge, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).

Baca juga  Setelah 75 Tahun, Kemenag Serahkan Wewenang Haji ke BP Haji: "Era Baru Pelayanan Jemaah Dimulai"

Irma justru masih heran dan mempertanyakan siapa pihak yang tidak suka dengan eratnya hubungan Jokowi-Prabowo. Pasti ketidak sukaan itu lah yang nantinya akan merusak persatuan dan kesatuan Indonesia. Menurutnya, pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana kemarin adalah silaturahmi yang baik.

“Siapa ya yang tidak suka? Kalau pertemuan seperti itu kan sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi juga nilai-nilai Trisakti, berkepribadian di bidang budaya, tentunya itu menjadi silaturahmi yang luar biasa,” ujar Irma.

Sebelumnya, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di Istana juga menjadi gambaran semakin eratnya Prabowo dan Jokowi. Itu cerminan kita bersama bahwa Prabowo dan Jokowi setelah Pilpres bisa erat lagi silaturrahmi dengan Prabowo. bahkan, Irma menyebutkan bahwa hubungannya Prabowo dengan Jokowi sangat mesra.

Baca juga  Lomba Debat Nasional 2019

Prabowo kemudian mengatakan mungkin ada pihak lain yang tidak suka dengan kemesraan dirinya dengan Jokowi. Namun dia tak menyebut siapa yang tak suka itu.

“Saya kira demikian, hubungan saya baik, bisa dikatakan mesra ya Pak, ya, banyak yang nggak suka mungkin, ya,” ujar Prabowo.

Hubungan ini patut ditiru oleh para generasi muda bahwa, politik hanyalah kepentingan sesaat. Jadi, kalau itu sudah selesai, ya harus selesai juga kepentingannya. Setelah pemilu saudara lagi, bukan malah musuhan.

“Sangat mesra,” timpal Jokowi di sisi kanan Prabowo. (Rifa’i/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *