(Tan Hamzah)
PILIHANRAKYAT.ID, Nicanor Parra merupakan penyair asal Chile yang gaungan puisinya belum banyak terdengar di Nusantara, Parra digambarkan sebagai penyair yang Eksentrik, Sulit dipahami, Humoris dan jarang tampil di publik. Jean Claude Masson mengungkapkan bahwa Nicanor Parra merupakan penyair yang juga ahli matematika dan jago liris dari Chile.
Perjalanan puisi Parra sering menemui hambatan, namanya disandang sebagai rival abadi Pablo Neruda, Jika Neruda merupakan tangan kanan perpuisian Amerika, maka Parra adalah tangan kirinya, keduanya melengkapi jenis kesusasteraan, Neruda yang romantis sedang Parra realis.
Puisi Parra sering dianggap sebagai respon negatif dari puisi Neruda, Parra dengan lirisnya menganggap bahwa puisi tidak harus hadir dari sifat kegaiban, abstrak dan ngawang-ngawang atau penuh matafor. Ketika Parra ditanya oleh seorang jurnalis mengenai jenis puisi yang ia tulis, justru dia menjawab bahwa tidak lagi menulis puisi, yang ia ungkapkan ialah peristiwa kesehariannya, dialog dengan tetangga, teman, serta cucunya, yang terakhir ini lebih sering Ia ceritakan.
Rezim pergulatan sastra di Amerika latin, melahirkan aliran, pandangan serta kreatifitas yang tinggi, terbukti dari dua kubu, Parra dengan Neruda, namun bagi Parra puisi sudah mempunyai tempat tersendiri, ia terlepas dari kepentingan, bukan tentang borjuis dan proletar, atau revolusi, misi suci, dan hegemoni ideologi.
Berbeda dengan Neruda yang masih mengangkat isu sosialisme dan kondisi rakyat dibawah rezim kapitalis. pendapat ini mengingatkan saya pada perseteruan ideologi sastra di Indonesia, yaitu antara Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) yang diisukan sebagai sayap PKI dalam bidang seni, budaya dan sastra. Ideologi yang diusung oleh Lekra sendiri berbunyi seni untuk rakyat dengan politik sebagai panglimanya.
Karya Nicanor Parra lebih banyak diterjemahkan dalam bahasa inggris, sedangkan untuk bahasa Indonesia sangat sedikit, bahkan yang tahu dan mempelajari puisi Parra masih sedikit, padahal dalam proses kreatifnya, ia mampu bersaing dengan Pablo Neruda, yang banyak menjadi inspirasi penyair di seluruh dunia.




