Pemerintah Ambigu Terkait Penguncian ‘Lockdown’

0
Pertemuan SBY dan Jokowi di Istana Negara (foto: ist)
Pertemuan SBY dan Jokowi di Istana Negara (foto: ist)

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Presiden Jokowi sudah mengatakan tidak akan melakukan lockdown, akan tetapi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menangkap perkataaan itu dengan opsi ‘penguncian’ negara atau lockdown disebut SBY belum diperlukan tapi bisa dimungkinkan bila keadaan memaksa.

Ini urusan kesejahteraan masyarakat, ini urusan keselamatan manusia. Jadi kalau pemerintah ingin mengeluargan kebijakan seharusnya memikirkan langkah untuk kedepannya.

“Dalam perangi virus Corona, saat ini pemerintah tunjukkan kesigapan, kecepatan & kerjasama yang makin baik. Pemerintah daerah juga lakukan langkah nyata & keseriusan yang tinggi. Rakyat makin tenang,” kata SBY.

Hal itu disampaikan Presiden Republik Indonesia ke-6 tersebut melalui akun Twitter resminya, @SBYudhoyono, bercentang biru, Senin (23/3/2020).

SBY mengajak seluruh masyarakat mendukung langkah pemerintah menangani Corona. SBY menyebut dirinya terus memantau perkembangan penanganan Corona di dalam maupun luar negeri.

“Mari kita dukung pemerintah, dengan melakukan apa yang diharapkan & diinstruksikan pemerintah. Sudah satu minggu ini saya & keluarga tinggal di rumah. Membatasi kegiatan & tidak ke mana-mana. Terus ikuti perkembangan situasi di Indonesia & negara-negara lain,” ujarnya.

Baca juga  Muasal 1 Desember Dijadikan Hari AIDS Sedunia dan Sosok Pencetusnya

SBY mengatakan, bila setiap masyarakat melakukan swakarantina, tak perlu dilakukanlockdown. SBY menilai lockdown dilakukan jika kondisi terpaksa untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Kalau masing-masing lakukan ‘lockdown’ atau ‘mengkarantina diri sendiri’, tak perlu dilakukan ‘lockdown’ di kota-kota. Penyebaran COVID-19 bisa kita batasi. Seperti negara lain, ‘lockdown’ dilakukan hanya jika terpaksa, guna menyelamatkan jiwa penduduk,” ucap mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Menurut SBY, saat ini yang terpenting adalah masyarakat menerapkan social distancing. Sebab, SBY menilai saat ini keadaan telah darurat.

“Yang sangat penting, marilah kita cegah pertemuan yg menghadirkan banyak orang (social distancing). Di mana pun, kita pelihara jarak antarmanusia (physical distancing), sekitar 1,5-2 meter. Ini keadaan darurat. Jangan dianggap mengada-ada,” sebut SBY.

Masyarakat disiplin dan patuh, kata SBY, akan menyelamatkan semuanya. Dia mengajak seluruh elemen membantu pemerintah. “Disiplin, kesadaran diri & kepatuhan masyarakat akan selamatkan kita semua. Mari kita bantu pemerintah. Kalau ada rekomendasi sampaikan baik-baik. Saya yakin pemerintah akan perhatikan saran-saran rakyatnya,” kata SBY.

Baca juga  Kijing Makam Habibie Dipantau Pepen Nazaruddin

“Selamat bertugas Pak Jokowi & pemerintah. Tugas pemerintah berat namun mulia. Perjuangan masih panjang. Badai belum berlalu. Kalau kita bersatu, Indonesia akan selamat & sukses,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sarana dan prasarana di Wisma Atlet Kemayoran yang akan dijadikan rumah sakit (RS) darurat untuk virus Corona sudah siap. Dia pun berharap RS itu bisa digunakan sore nanti.

“Saya juga melihat sarana-prasarana sudah siap. Baik untuk ruang penanganan pasien, ventilator, APD juga siap. Sehingga kita harapkan nanti sore. RS darurat Corona ini bisa dipakai,” kata Jokowi saat meninjau kesiapan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3). (Rifa’i/PR.ID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here