Polri Operasikan 828 Dapur MBG, Serap 70,7 Ribu Pekerja

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membangun jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga Juni 2026, sebanyak 828 SPPG telah beroperasi dan menyerap 70,7 ribu tenaga kerja.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan hal itu dalam pidatonya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut Sigit, Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG sepanjang 2026. Dari target tersebut, sebanyak 1.415 SPPG telah masuk dalam proses, dengan rincian 828 unit telah beroperasi, 227 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 360 unit masih dalam pembangunan.

“Pada program Makan Bergizi Gratis, Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG di tahun 2026,” kata Sigit.

Baca juga  Mochammad Al-Fatih Resmi Nahkodai DKC Panji Bangsa Probolinggo, Perkuat Barisan Kader Muda PKB

Ia mengatakan sejumlah SPPG juga dibangun di wilayah 3T atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Sebanyak 33 SPPG berada di kawasan tersebut dan diperkirakan mampu melayani sekitar 3,5 juta penerima manfaat.

Untuk memastikan kualitas makanan, Sigit menyebut SPPG Polri telah dilengkapi berbagai sertifikasi dan standar keamanan pangan. Hingga kini, terdapat 348 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, 146 Sertifikat Jaminan Produk Halal, serta 285 Sertifikat Uji Lab Air.

Selain itu, sebanyak 305 juru masak telah mendapatkan pelatihan, sementara Polri menyusun buku menu bertajuk Rasa Bhayangkara Nusantara yang memuat 80 variasi menu untuk menjaga keberagaman makanan dan pemenuhan nutrisi.

Sigit juga menyebut penerapan standar keamanan pangan menjadi perhatian utama. Sejumlah fasilitas pendukung seperti sistem pengolahan air, instalasi pengolahan limbah, rak penyimpanan berteknologi ultraviolet, hingga perangkat pengujian makanan telah digunakan.

Baca juga  Bansos Cair di Bulan Mai, Anggota F-PKB Kritik Data Ganda Mensos

“Dengan penerapan prinsip food safety secara konsisten, sampai saat ini SPPG Polri berhasil mempertahankan zero accident,” ujarnya.

Tak hanya menyediakan layanan gizi, Polri juga mengembangkan sumber pangan mandiri untuk memperkuat rantai pasok. Program itu mencakup pembangunan rumah kaca (greenhouse), kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing, ayam, hingga gudang sentral bahan pangan.

Melalui skema tersebut, Polri membangun ekosistem rantai pasok yang melibatkan 12.420 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk petani, peternak, nelayan, serta koperasi.

Langkah tersebut, kata Sigit, diharapkan tidak hanya mendukung keberhasilan program MBG, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di tingkat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *