Presiden Jokowi Tidak Komitmen Untuk Ngawal Kasus Novel Baswedan, PKS; Kapolri Harus Pekka

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Kapolri harus pekka untuk mengawal kasus penyiraman keras terhadap Novel Baswedan. Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara PKS, Ahmad Fathul Bari. Tak hanya itu yang diakatakan, akan tetapi dia juga mengatakan bahwa komitmen Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak ada lagi.

Memang, ahir-ahir ini sudah tidak lagi yang menguak kasus Novel, apa lagi untuk mengungkap secara terang benderang kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan itu.

Hal itu menyusul langkah Jokowi yang tak memberikan tenggat waktu lagi kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz dalam mengungkap pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Seharus ada waktu untuk Pak Kapolri untuk mengusut tuntas kasus Novel.

 Sebelumnya, Idham telah memberikan laporan perkembangan pengusutan dugaan kasus siraman air keras itu kepada Jokowi kemarin. “Komitmen Presiden Jokowi seolah mulai tidak jelas terhadap upaya itu [pengungkapan kasus Novel],” tuturnya Fathul, Selasa (10/12).

Baca juga  MA Vonis Ahmad Dhani Hukuman Satu Tahun

Meski demikian, Fathul masih berharap agar pihak kepolisian tak lantas lepas tanggung jawab meski Jokowi tak memberikan tenggat waktu untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Tapi terlepas dari berulangnya janji Presiden Jokowi yang tidak ditepati, pihak Kepolisian, apalagi Kapolri yang baru terpilih harus berani mengungkap tuntas kasus tersebut,” kata dia.

Baca juga  Assassin, Kelompok Teror yang Melegenda

Tak hanya itu, Fathul menyatakan kasus Novel lebih dari sekadar kasus pemberantasan korupsi. Ia menyatakan kasus itu sudah menyangkut persoalan perlindungan terhadap HAM.

Oleh karena itu, Fathul menyatakan sudah seharusnya Jokowi melindungi aparatnya yang sedang bekerja untuk memberantas korupsi di Indonesia. “Pilihan beliau untuk lebih memilih hadir di pentas drama di Hari Anti Korupsi, mungkin saja bisa dimaknai bahwa pemberantasan korupsi dan pengungkapan kasus Novel hanya dianggap drama,” kata dia

Baca juga  Gaya Bahasa dan Tanda Peradaban Jaman

Fathul menilai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia berada di titik nadir sejak reformasi 1998 silam di bawah kendali rezim Jokowi.

Menurutnya cita-cita reformasi terkesan sedang dikhianati Jokowi yang di awal kehadirannya dianggap sebagai harapan baru masyarakat. Justru sebaliknya, Fathul menilai Jokowi hanya membawa harapan hampa terutama terkait pemberantasan korupsi. “Apalagi akhir-akhir ini Presiden memberikan beberapa grasi terhadap narapidana kasus korupsi,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal mengklaim penyelidikan kasus air keras Novel ini hanya masalah waktu. Seperti yang sudah dirinya sampaikan beberapa waktu lalu, tim teknis sudah menemukan alat bukti dan petunjuk yang signifikan.

Jokowi sebelumnya memberi tenggat waktu kepada Idham untuk melaporkan perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel sampai awal Desember 2019. Pengusutan kasus ini sudah berjalan lebih dari dua tahun sejak kejadian, 11 April 2017

(Rifa’i/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

PPKM di Perpanjang, WaGub DKI Jakarta; STRP Masih Tetap Berlaku

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) masih tetap...

PPKM di Perpanjang, IKAPPI Minta Percepatan Vakisin di Pasar Tradisional

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) merespons baik pernyataan Presiden dalam pengumuman perpanjangan PPKM. Namun...

Keluarkan Kebijakan PPKM,Inmendagri; Optimalkan Posko Covid19 Tingkat Desa

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta, - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro. Hal itu dikuatkan dengan...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...