PT. Krakatau Steel Diduga Teroris, Ini respon Erick Thohir

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Satu karyawan PT Krakatau Steel yang diduga sebagai teroris, kini direspon oleh BUMN Erick Thohir. Dia mangatakan bahwa, tindakan terorisme diIndonesia adalah perbuatan yang sangat tidak bagus ada di bangsa Indonesia.

Sebelumnya, Densus 88 Kepolisian Republik Indonesia pada Rabu, 13 November 2019 baru membekuk salah satu karyawan PT Krakatau Steel yang diduga sebagai teroris. Karena terorisme merupakan hal yang sangat merusak ideologi negara maupun NKRI.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa orang tersebut jika terbukti secara hukum melakukan tindakan teror, maka secara langsung bukan bagian dari BUMN. Karena terorisme merupakan hal yang merugikan negara.

Baca juga  Agnez Mo Tak Bisa Pulang ke Indonesia, Fadli Zon; Seperti Malin Kundang

“Apabila secara hukum, yang bersangkutan terbukti bagian dari aksi teror, maka serta merta orang tersebut bukan lagi menjadi bagian dari Kementerian BUMN, hal ini sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini,” kata dia melalui pernyataan, Jumat, 15 November 2019.

Erick mengatakan, tidak ada seorang pun yang mendukung kegiatan terorisme yang meresahkan banyak masyarakat. Selain buat resah, tindakan tersebut juga menimbulkan ketakutan dan kerugian lainnya.

“Terorisme adalah tindak kejahatan yang bisa menimbulkan ketakutan masif, menimbulkan korban, merusak objek vital yang strategis, juga mengancam keamanan negara,” ucapnya.

Baca juga  Woro-woro Jalan Sehat Pon Pes Hayatul Islam

Dia juga mendukung kerja dari pihak kepolisian dan semua aparat guna memerangi terorisme dimanapun itu. “Bukan hanya di lingkungan BUMN tetapi di seluruh Indonesia,” ungkap Erick.

Baca juga  20.890 Korban Asap Kalbar, ini langkah pemerintah

Sebelumnya, Sekretaris PT Krakatau Steel Pria Utama menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima, yang ditangkap oleh Densus 88 merupakan karyawan level staf setingkat supervisor di perseroan dan bukan merupakan tingkat manajemen perusahaan.

“Manajemen mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh aparatur hukum dalam rangka memerangi terorisme di Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis, 14 November 2019.

Ia menambahkan bahwa penangkapan tersebut, segenap manajemen tetap menghormati serta menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku. (Rifa’i/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Bocil Top Up Voucher Game Online 800 RB; KPAI Serukan Lindungi Anak Dari Pengaruh Game Online

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Di media sosial (medsos) viral video diduga orang tua sedang memarahi kasir minimarket Indomaret karena anaknya...

Serangan Hamas Tewaskan 2 Warga Israel; PM Israel Murka

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Saling serang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza kian intens. Gempuran roket yang ditembakkan Hamas...

Kaukus Muda PPP: Penyerangan di Masjid Al Aqsha adalah Bentuk Kekejaman Negara Apartheid Israel

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Wakil Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Aas Subarkah mengutuk keras aksi pengusiran paksa warga Palestina di...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...