Strategi Manajemen Risiko Bisnis yang Efektif di Masa Pandemi

- Advertisement -

Upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi virus corona dilakukan di berbagai sektor. Berbagai kebijakan telah dilaksanakan pemerintah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah, melaksanakan work from home untuk karyawan perusahaan, proses belajar mengajar secara daring, dsb. Langkah tersebut dilakukan guna memutus penyebaran virus corona di Indonesia. Di sisi lain, pembatasan aktivitas masyarakat yang dilakukan tentu berpengaruh terhadap aktivitas bisnis yang berimbas pada perekonomian.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2020 hanya mencapai 2,97 persen atau turun dibandingkan pada triwulan I 2019 yang mencapai 5,02 persen. Sementara pada triwulan II 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen. Pada triwulan ketiga tahun 2020 terhadap triwulan III tahun 2019 mengalami kontraksi pertumbuhan minus 3,49 persen. Namun, kata Kepala BPS, Suhariyanto, ekonomi Indonesia triwulan III meningkat sebesar 5,05 persen jika dibandingkan triwulan sebelumnya.

Meski pemerintah telah membuat kebijakan restrukturisasi kredit dan insentif pajak agar pengusaha dapat bertahan menghadapi krisis, namun kebijakan tersebut hanya bersifat sementara. Karena pada dasarnya upaya penghentian penyebaran virus yang harus diutamakan. Jika tidak maka risiko krisis dapat terus mengancam perekonomian.

Strategi Manajemen Risiko Bisnis yang Efektif di Masa Pandemi. (Ilustrasi/Istimewa)

Pentingnya Manajemen Risiko Bisnis

Bagi perusahaan yang memiliki sistem manajemen risiko rendah dan belum memiliki strategi manajemen kelangsungan bisnis (business continuity management), pada umumnya kurang terstruktur dalam merespon dampak risiko akibat Covid-19. Padahal, penyebaran virus di Indonesia tidak terjadi mendadak dalam waktu singkat (sudden incident) tetapi penyebarannya bertahap (creeping incident). Kondisi tersebut sebaiknya digunakan perusahaan untuk membuat rencana keberlangsungan bisnis (business continuity plan).

Perusahaan yang memiliki rencana keberlangsungan bisnis yang baik pada umumnya memiliki strategi agar operasioanal perusahaan tetap berjalan di tengah bencana. Sehingga perusahaan tetap dapat memberikan layanan standar minimum terhadap pemangku kepentingan internal dan eksternal meski dalam masa pandemi.

Selain itu, penerapan manajamen risiko harus ditinjau ulang hingga berjalan dengan baik dalam masa pandemi. Di antaranya adalah melakukan identifikasi risiko, metode pengukuran atau evaluasi beserta pengendalian dan mitigasinya.

Covid-19 diklasifikasikan ke dalam jenis risiko relevan, seperti risiko strategi, risiko operasional, risiko kredit, hingga risiko kepatuhan. Standar manajemen risiko harus dilakukan dengan benar dan tepat agar perusahaan dapat bertahan di tengah pandemi.

Cara Meminimalkan Dampak Risiko Bisnis

Berikut adalah langkah yang dapat dilakukan perusahaan dalam mengendalikan dampak risiko pandemi Covid-19:

1. Melakukan analisis dampak langsung dan mitigasi

Langkah ini terkait dengan kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. Perusahaan dapat melakukan analisis terhadap dampak kebijakan WFH, social distancing, dan pembatasan sosial berskala besar terhadap jalannya operasional perusahaan.

2. Identifikasi potensi risiko lanjutan

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan mampu bertahan di tengah pandemi atau tidak. Dengan melakukan identifikasi, perusahaan akan lebih siap dari berbagai kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Dalam kondisi pandemi, , banyak perusahaan yang mengalami dampak buruk seperti rantai pasokan terganggu, permintaan pasar menurun, macetnya tagihan, hingga pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan. Dengan melakukan identifikasi potensi risiko, maka upaya yang dapat dilakukan bisa  berupa langkah teknis dan strategis.

3. Menerapkan business continuity management (manajemen kelangsungan bisnis)

Dalam menghadapi risiko yang tidak terduga seperti pandemi ini, menerapkan manajemen kelangsungan bisnis menjadi suatu keharusan. Untuk perusahaan yang belum memiliki atau menerapkan menajemen kelangsungan bisnis maka harus dimulai dari sekarang. Setelah perusahaan melakukan identifikasi potensi risiko lanjutan maka perusahaan akan mengetahui jenis risiko yang membutuhkan emergency response plan dan business continuity management. Dengan begitu maka perusahaan akan lebih siap dalam merespon adanya risiko yang tidak terduga.

4. Menghadirkan kepemimpinan dan komunikasi yang efektif

Situasi krisis yang menimpa perusahaan membuat peran pemimpin sangat krusial. Tidak hanya memberikan arahan mengenai operasional pekerjaan, tetapi seorang pemimpin harus bisa menguatkan moral dari tingkat manajerial hingga staf agar tetap fokus dan dapat bekerja secara maksimal. Sementara itu, komunikasi juga menjadi hal penting, khususnya dalam proses manajemen risiko. Setiap kebijakan atau aturan yang diterapkan perusahaan harus dapat tersampaikan secara efektif. Selain itu, komunikasi ke stakeholders eksternal harus baik dalam memberikan informasi terkait dengan kondisi dan ketahanan perusahaan. Langkah ini termasuk dalam pengendalian risiko reputasi.

5. Melakukan manajemen risiko

Perusahaan tidak cukup hanya memiliki standar dan struktur dalam menjalankan operasional tetapi juga dengan melakukan manajemen risiko yang baik. Manajemen risiko bisnis diperlukan agar perusahaan selalu siap dalam menghadapi risiko. Ini dikarenakan proses pengambilan keputusan sesuai dengan identifikasi yang dilakukan perusahaan.

Manajemen risiko bisnis yang diterapkan dengan baik dapat menjadikan perusahaan memiliki ketahanan terhadap risiko yang dapat muncul kapan saja.

Adapun strategi manajemen risiko antara lain:

– Menanggung sendiri kerugian dari sebuah risiko

– Menghindari risiko

– Mengurangi potensi risiko

– Mengalihkan pengelolaan risiko dan kerugian kepada pihak lain

Strategi Manajemen Risiko Bisnis yang Efektif di Masa Pandemi. (Ilustrasi/Istimewa)

Kerjasama dengan Konsultan Risiko dan Broker Asuransi

Dalam melakukan strategi manajemen risiko yang tepat, perusahaan dapat bekerjasama dengan konsultan risiko dan broker asuransi seperti Marsh Indonesia melalui layanan Marsh Risk Consulting. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dampak dari pandemi terhadap perusahaan. Marsh telah berpengalaman dalam membantu mengelola risiko ribuan perusahaan berdasarkan profil risiko bisnis dan industri, mulai dari memberikan layanan konsultasi dan  solusi strategis pada perusahaan mengenai langkah yang tepat dalam menghadapi risiko, serta jenis risiko mana yang membutuhkan asuransi bisnis.

Selain itu, perusahaan akan dibantu dalam mengidentifikasi, menilai, mengukur, dan menilai risiko perusahaan, serta dapat mengetahui rekomendasi jenis asuransi yang sesuai profil risiko bisnis dan industri perusahaan. Cara ini akan lebih efektif terutama dalam masa pandemi. [adv/red]

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Misi Atasi Pandemi, Menkes: Vaksinasi Tuntas 12 Bulan

Herd immunity merupakan upaya menghentikan laju penyebaran virus dengan cara membiarkan imunitas alami...

Wamenkes: Mendiagnosa Covid19 Lebih Dini Mencegah Kematian

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono menegaskan kunci keberhasilan Indonesia dalam...

Vaksinasi Nasional Momentum Merajut Asa Pariwisata Indonesia

Saat ini semua sektor yang mendukung pariwisata, melakukan pembenahan diri. Seperti itulah kondisi yang...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...