PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – “Sebelum menjadi menteri, banyak sudah yang saya lakukan. Dari jualan bed cover, hingga menjual perhiasan saya sebagai modal menjadi pengepul ikan”.
Demikian kenang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menjadi pembicara dalam acara Wisuda Kelulusan Mahasiswa Universitas Sampoerna di Jakarta, Kamis (18/10/2018) bulan lalu.
Setelah dirasa bisnisnya semakin berkembang, lanjut Menteri Susi, Ia pun memberanikan diri meminjam modal dari perbankan, untuk mengembangkan usaha. Hingga pada 2004, Menteri Susi kala itu memutuskan membeli sebuah pesawat jenis Cessna Caravan seharga Rp20 miliar.
Baca Juga:
- Menteri Susi Ajak Mahasiswa Universitas Columbia Kelola Perekonomian Laut Berkelanjutan
- Susi Pudjiastuti: Laut Tumpuan Hidup Bangsa Tengah Menghadapi Ancaman
- Empat Tahun Jadi Menteri, Susi Tenggelamkan 488 Kapal Illegal Fishing
“Satu-satunya pesawat yang saya miliki itu saya gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Ini dilakukan agar produk-produk perikanan yang diekspor dapat tetap dalam keadaan hidup dan masih segar,” tuturnya.
Bertepatan dengan bencana alam tsunami yang terjadi di Aceh, pesawat milik dia pun menjadi yang pertama berhasil mendarat di Aceh untuk memberikan bantuan.
“Ya dari situ, banyak orang tahu tentang Susi Air. Banyak juga media yang meliput. Hingga nama Susi Air sekarang diketahui banyak orang. Ya, itu sekilas tentang perjalanan saya di dunia bisnis, yang berpegang teguh pada apa yang diimpikan,” jelas Susi.
“Saya pun tidak menyangka akan menjadi menteri. Tapi dengan menjadi menteri, saya akan berusaha menjaga kedaualatan perairan Indonesia. Saya ingin pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan,”imbuhnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh lulusan Universitas Sampoerna, agar memiliki pola pikir yang baru dalam mengelola sumber daya yang dimiliki Indonesia.
Simak:
- Susi Optimis Riau Akan Kembali Menjadi Bandar Ikan
- Menteri Susi: Indonesia Luar Biasa, Tapi Kita telah Gadaikan Kedaulatan kita
- Susi: Negeri Tanpa Kedaulatan Seperti Kita Tanpa Harga Diri
“Sebagai generasi muda, Anda semua semestinya memiliki pola pikir baru dalam mengelola sumber daya kita. Alih-alih mengeksploitasi, kita harus mengelolanya secara berkelanjutan karena melindungi sumber daya sebenarnya dapat lebih menguntungkan kita,” ungkapnya.
“Memang butuh waktu lama untuk meyakinkan orang bahwa membatasi eksploitasi lautan dan melindunginya, pada dasarnya bisa meningkatkan produktivitasnya dalam jangka panjang. Saya berharap dengan membagikan ini, saya bisa memberikan tanggung jawab ini pada Anda semua. Satu lagi, jangan pernah takut bermimpi. Manfaatkan energi yang ada. Yakin, kerja keras, dan keinginan belajar lagi dan lagi,” tambahnya.
Editor: Didik Hariyanto





