Teka-teki Kematian Lina Zubaidah Masih Berlanjut, Polisi Periksa 17 Saksi

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Bandung-Hampir satu pekan pasca autopsi jenazah mantan istri Sule, Lina Jubaedah yang meninggal pada Sabtu (4/1/2020) itu, masih menanti hasil autopsi penyebab kematiannya itu.

‎”Untuk hasil autopsi, kami tunggu dalam satu atau dua hari ke depan. Normatifnya 14 hari kerja disampaikan dari laboratorium forensik, mudah-mudahan sesuai dengan waktunya segera kita sampaikan,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga di Mapolda Jabar, Rabu (22/1/2020).

Sementara itu, menurut laporan Mapolda Jabar, hasil autopsi atau Otopsi Lina Zubaedah, mantan istri Sule akan diumumkan hari ini  Kamis 23 Januari 2020.

Ya, bila tak ada aral melintang, teka-teki penyebab kematian Lina Jubaedah, akan segera diumumkan.

Nah, dengan pengumuman hasil otopsi nanti, otomatis akan terjawab tabir penyebab saebenarnya kematian Lina Zubaedah, istri Teddy Pardiyana yang juga ibu Rizky Febian dan Putri Delina itu, apakah meninggal dunia secara tak wajar atau tidak.

Bila Lina Zubaedah meninggal wajar, tentu akan dipaparkan fakta-fakta medisnya.

Hal yang sama bila ternyata hasil autopsi menunjukkan mendiang istri Teddy Pardiyana itu meninggal tak wajar, juga bisa dibuktikan dari fakta medis hasil autopsi.

Baca juga  Alumi 212 Akan Turun Kejalan Untuk Menyoroti Kasus Korupsi

Namun terlepas dari hasil autopsi, pihak kepolisian ternyata menggunakan pasal-pasal dugaan pembunuhan berencana dan pembunuhan saat meminta keterangan para saksi pemandi jenazah Lina Zubaedah.

Berawal dari Rizky Febian yang sempat mencurigai adanya luka lebam pada jenazah sang ibu, lantas benarkah kematian Lina tak wajar?

Rizky Febian lantas mendatangi Polrestabes Bandung pada 6 Januari 2020 guna membuat laporan polisi atas kejanggalan kematian Lina Zubaedah.

Baca juga  JK Tidak Mungkin Mengucapkan Selamat Tinggal, Ini Alasannya

Menindaklanjuti laporan dari Rizky Febian, pihak kepolisian pun mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus kematian Lina Jubaedah.

Pernah diberitakan sebelumnya, Polrestabes Bandung langsung mendatangi kediaman Teddy, suami baru mendiang Lina Jubaedah, pada 8 Januari 2020.

Rumah tersebut yang berada di Kompleks Margahayu Raya, Jalan Neptunus Tengah, Kota Bandung, Jawa Barat.

Polisi pun menggali keterangan dari Teddy sekaligus mengambil beberapa barang bukti.

Barang bukti tersebut seperti dilansir Banjarmasin post, (23/01) diantaranya rekaman CCTV rumah, ponsel milik Teddy dan almarhummah Lina.

Selain itu, jenazah mendiang mantan istri Sule sudah diautopsi pada 10 Januari 2020.

Diberitakan Kompas.com, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga mengatakan, sesuai mekanisme autopsi, prosesnya akan selesai 14 hari.

Baca juga  JK Tidak Mungkin Mengucapkan Selamat Tinggal, Ini Alasannya

Ia berjanji akan mengumumkan hasil autopsi setelah 14 hari.

Jika melihat sejak dilaksanakan autopsi, Kamis (23/1/2020) akan diumumkan hasilnya.

“Belum, dari hasil autopsi belum (ada) jadi kalau pun ada (hasil autopsi) akan kami rilis nanti,” kata Saptono.

Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap semua saksi, termasuk perawat dan satpam Rumah Sakit Al Islam.

Total ada 17 saksi yang sudah diperiksa oleh pihak yang berwajib.

“Ya, saksi ini, kan, seluruhnya 17 yang sudah kami ambil keterangan dari keluarga, kerabat, kemudian suami,”

“Termasuk sopir yang mengantar, asisten rumah tangga yang ada di rumah itu, sama dari rumah sakit dokter, perawat sama satpam,”

“Karena waktu penanganan awal, saat almarhum dibawa ke Rumah Sakit Al Islam, penyidik perlu untuk mengambil keterangan,” papar Saptono.

Polisi juga membuka kemungkinan kembali memeriksa suami Lina, Tedy, jika dibutuhkan.

“Suami (almarhum) sudah tiga kali kami mintai keterangan, ya nanti kalau ada perkembangan baru dan informasi yang perlu dimintai keterangan dari suami, ya kami panggil ulang,” ujarnya.

Baca juga  Memajukan Kebudayaan Tidak Akan Bisa Tanpa Pemda, Ini Kata Mendagri

Saptono belum mau mengambil kesimpulan apapun terkait meninggalnya Lina, dan masih menunggu autopsi keluar.

“Yang paling utama itu, kan, yang berdasarkan hasil dari autopsi dulu,”

“Dari hasil autopsi nanti sudah ada kemudian kami analisis dan akan kami sampaikan hasil dari itu,” tandas Saptono

(Nolhe/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Louncing Buku “100 Pesantren Ekonomi”, Menag Minta Pesantren Harus Berinovasi

PILIHANRAKYAT, Jakarta- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil meminta pesantren untuk berinovasi agar bisa beradaptasi dalam era perkembangan teknologi seperti sekarang...

ASN Perlu Terampil Di Era Transformasi

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Pelayanan publik di era transformasi digital membutuhkan dukungan peran aparatur sipil negara (ASN) yang...

Dorong SPKLU Jawa Tengah; 2022 PLN Siap Bangun 6 SPKLU

PILIHANRAKYAT.ID, Jawa Tengah- Pemerintah tengah mendorong pertumbuhan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia. Tercatat...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...