Umat Kristiani Diajak Mengedepankan Moderasi Beragama, Bukan Mederasi Agama

PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Umat Kristiani diajak untuk mengedepankan mederasi beragama bukan moderasi agama. Sebab, setia Agama tentu moderat. Dimana setiap agama hadir dengan tujuan menjaga, melindungi hak hidup masyarakat alias pemeluknya serti untuk untuk melindungi hajat hidup manusia.

“Saya ingin mengajak kita semua lebih mengedepankan moderasi beragama, bukan moderasi agama,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak saat mewakili Presiden Joko Widodo, menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) ke-8 Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), di Jakarta, Selasa (13/11/2018)..

“Agama hadir dalam upaya menjaga, melindungi hak hidup masyarakat, serta untuk melindungi hajat hidup manusia,” jelas Menag, dilansir dari situr resmi Kemenag.
Baca Juga:

Baca juga  Salam Ucapkan Terima Kasih ke GH

Di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia, lanjut Menag, yang perlu dikedepankan adalah moderasi beragama. Yakni, cara seseorang dalam menjalankan nilai-nilai agama yang diyakini. Dengan demikian, kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia dapat tercapai.

Menag menambahkan, sebagai salah satu Aras Nasional, PGPI telah memberikan kontribusi dan sumbangsih bagi bangsa Indonesia. PGPI saat ini membawahi 85 sidang sinode gereja di Indonesia, dengan jumlah umat mencapai 13,5 juta orang.

“Tentunya PGPI telah memberikan kontribusi dan sumbangsih yang bermakna dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia,” tutur Menag.

Bagi masyarakat Indonesia, masih kata Menag, beragama hakekatnya adalah berIndonesia sebagaimana berIndonesia hakekatnya beragama. Ini karena, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa agamis dan religius.

Baca juga  Ketua KPK Mendatangi Gedung DPR dan Kementerian Sosial, Ada Apa Ya?

“Ini adalah warisan para pendahulu, dan wajib kita jaga agar generasi mendatang juga dapat melakukan yang jauh lebih baik,” pesan Menag.

Simak:

Menag berharap pendidikan agama yang disampaikan kepada generasi muda perlu mencakup esensi ajaran agama  yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan. Menag pun berharap segenap pemuka agama, tokoh, dan umat beragama senantiasa memiliki rasa cinta.

“Agama adalah ajaran kasih sayang. Ajaran kedamaian. Maka, hanya dengan cinta agama bisa disebarluaskan. Agama untuk memanusiakan manusia,” tukas Menag. 

Pewarta: Mursyidul Umam
Editor: Didik Hariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *