Daerah  

Ledakan Bondet di Pasuruan: Polisi Buru Akar Peredaran, Korban Ternyata DPO Curanmor

PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Ledakan bondet kembali mengguncang Kabupaten Pasuruan. Kali ini, dentuman keras di Desa Ngepoh, Kecamatan Pasrepan, Rabu dini hari, 20 Agustus, membuat warga setempat terperanjat. Sumber ledakan berasal dari rumah seorang nenek bernama Sundari, tempat cucunya, Muhammad Mustofa (28), bermalam.

Ledakan itu bukan sekadar insiden biasa. Mustofa diduga membawa bondet—bom rakitan yang kerap dipakai untuk memburu ikan atau tindak kriminal. Nahas, bahan peledak itu meledak tak terkendali dan membuatnya mengalami luka serius. Ia dilarikan ke RSUD Bangil.

Belakangan, identitas Mustofa menambah warna suram peristiwa ini. Polisi menyebut ia berstatus daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Penyelidikan kami lakukan mendalam, karena korban juga memiliki catatan kriminal,” ujar Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, Kamis (21/08/2025).

Jejak Bondet yang Disembunyikan

Usai ledakan, keluarga Mustofa sempat berupaya menyembunyikan barang bukti. Menurut informasi yang dihimpun, bondet lain diduga dibawa dan ditanam oleh orang tua korban di area persawahan sekitar desa. Namun, upaya itu tak berlangsung lama. Tim gabungan Polres Pasuruan, Brimob, dan Gegana Polda Jawa Timur segera menyisir lokasi dan menemukan sisa bahan peledak yang dimaksud.

Baca juga  Sinergi Lintas Sektor, Pemkot Probolinggo Perkuat Pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri

Kapolres Jazuli menegaskan pihaknya tak main-main. “Kami akan meneliti dengan hati-hati agar motif maupun sumber bondet ini terungkap jelas,” katanya.

Ancaman Lama yang Tak Kunjung Reda

Ledakan bondet bukan barang baru bagi Pasuruan. Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan peredaran bondet cukup tinggi di Jawa Timur. Senjata rakitan ini kerap digunakan untuk tindak kriminal, mulai dari perampokan, curanmor, hingga aksi balas dendam antarwarga.

Kehadiran Mustofa sebagai DPO curanmor sekaligus pemilik bondet kian menguatkan dugaan aparat bahwa ada jaringan lebih luas di balik kasus ini. “Ledakan ini bukan hanya melukai korban, tapi juga memicu ketakutan warga. Kami akan menuntaskan perkara ini agar tidak berulang,” ujar Jazuli.

Baca juga  Hujan Picu Tanggul Sungai Jebol, BPBD Probolinggo Bergerak Cepat

Polisi Dituntut Tuntas

Warga Pasrepan berharap polisi bergerak cepat. Ketakutan masih menyelimuti desa sejak dentuman dini hari itu terdengar hingga radius beberapa kilometer. “Kami khawatir kalau kasus ini tidak benar-benar diberantas, besok bisa terjadi lagi,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.

Polisi kini terus mendalami dari mana Mustofa mendapatkan bondet, sekaligus siapa pemasok bahan peledak tersebut. Semua hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penyidikan lanjutan. “Kami tidak akan membiarkan bahan peledak beredar bebas di masyarakat,” tegas Kapolres Pasuruan.

Kasus bondet Pasuruan ini seakan menegaskan kembali: aparat belum benar-benar mampu memutus rantai peredaran bom ikan yang sudah lama menjelma teror senyap di pedesaan Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *