PILIHANRAKYAT.ID, Gresik-Gelombang tinggi yang membuat kapal logistik tak bisa sandar sejak akhir Agustus 2025 membuat Pulau Bawean, Gresik, terputus pasokan bahan pokok. Harga daging ayam melonjak hingga Rp100 ribu per kilogram, telur menembus Rp60 ribu. Situasi ini mendorong Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung membawa bantuan sosial.
Menggunakan kapal perang KRI Surabaya-591, logistik dilepas dari Dermaga Semampir Baru, Koarmada II, Surabaya. Kapal besar itu mengangkut 10 ton beras SPHP, 1 ton minyak goreng, 1 ton telur, 5.000 paket sembako, 1 ton gula, 750 kilogram daging ayam, 750 kilogram ayam beku, bawang, cabai, hingga satu unit mobil cold storage. Muatan dialihkan ke kapal LCU karena pelabuhan Bawean tak mampu menampung bobot KRI.
Selain logistik pangan, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan sosial senilai Rp602 juta untuk 255 keluarga penerima manfaat. Di dalamnya termasuk alat bantu mobilitas bagi 33 orang, program PKH Plus untuk 30 keluarga, serta bantuan kemiskinan ekstrem bagi 50 warga. Seratus nelayan menerima paket sembako, sementara pendamping PKH Plus dan tenaga kesejahteraan sosial mendapat insentif triwulanan.
Penyerahan simbolis dilakukan di Pondok Pesantren Hasan Jufri, Sangkapura, disaksikan warga dua kecamatan: Sangkapura dan Tambak. “Krisis harga di Bawean ini harus segera diputus. Bantuan yang datang hari ini kami harap menormalkan distribusi pangan,” kata Khofifah.
Pemprov menggandeng Perum Bulog, TNI Angkatan Laut, dan berbagai instansi daerah untuk mengatur distribusi. Sehari setelah kapal bersandar, warga mulai mengantre di titik pembagian.
Bantuan ini menjadi intervensi darurat pemerintah provinsi setelah harga-harga pokok di pulau berpenduduk 100 ribu jiwa itu tak terkendali akibat cuaca buruk.




