PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah dengan melantik Mochamad Irfan Yusuf sebagai menterinya. Upacara pelantikan berlangsung khidmat di Istana Kepresidenan, Senin pagi.
Pengangkatan Gus Irfan—cucu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Wahab Chasbullah—ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Keputusan tersebut berlaku sejak ditetapkan, bertepatan dengan hari pelantikan.
Dalam struktur kabinet, Gus Irfan akan bekerja bersama Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak. Pasangan ini memikul mandat besar: memperkuat tata kelola ibadah haji dan umrah, memperbaiki mutu layanan, mengawasi biro perjalanan, sekaligus menjamin kenyamanan dan keamanan jamaah Indonesia di Tanah Suci.
Pembentukan kementerian baru ini merupakan kelanjutan dari transformasi Badan Pengelola Haji. Perubahan itu mendapat landasan hukum setelah DPR mengesahkan revisi Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah pada akhir Agustus lalu. Dengan berdirinya kementerian, posisi diplomasi Indonesia terhadap pemerintah Arab Saudi diyakini kian setara.
Kalangan penyelenggara perjalanan haji dan umrah menyambut positif. Ketua Umum AMPHURI, Firman M. Nur, menilai kementerian baru ini mencerminkan komitmen negara menghadirkan pelayanan yang profesional dan transparan. “Kami berharap kehadiran kementerian akan menghadirkan standar yang lebih tinggi bagi jamaah maupun pelaku usaha,” ujarnya.
Bagi Gus Irfan, amanah ini bukan hal baru. Sebelumnya ia menjabat Kepala BP Haji dan mengaku telah memahami secara rinci seluk-beluk operasional ibadah, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Seusai pelantikan, ia menyampaikan pesan singkat dari Presiden Prabowo. “Apa pun yang perlu dilakukan, lakukan demi pelayanan terbaik untuk jamaah haji kita,” katanya.




