PILIHANRAKYAT.ID, Semarang-Dari tengah hiruk-pikuk isu krisis pangan global, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memanfaatkan panggung Gebyar Tani Merdeka 2025 di GOR Jatidiri, Semarang, untuk melontarkan pesan yang lebih keras dari sebelumnya: Jawa Tengah siap menjadi pusat gerakan petani nasional lewat inisiatif yang ia sebut Tani Merdeka.
Di hadapan ribuan petani, Luthfi membuka pidatonya dengan menegaskan potensi agraria wilayahnya. “Dari luasan wilayah tiga juta hektare, satu juta hektare di antaranya merupakan lahan pertanian. Ini memiliki peran besar bagi kedaulatan pangan nasional,” katanya.
Luthfi menilai Jawa Tengah bukan sekadar lumbung pangan, tetapi calon episentrum konsolidasi gerakan petani. Ia meminta pengurus Tani Merdeka untuk tidak berhenti pada seremoni dan tumpukan dokumen. “Segera turun ke desa. Tempel BUMD, cek ricek final cek di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Seruan Luthfi mendapat sambutan hangat para peserta Gebyar. Menurut Sudaryono, Ketua Umum Tani Merdeka, organisasi ini memang tumbuh dari desa dan bergerak secara organik. Ia menyebut saat ini Tani Merdeka memiliki lebih dari 7.500 koordinator desa (kordes) yang tersebar hampir di seluruh sentra pertanian Jawa Tengah. “Kami bukan gerakan kantoran. Kami gerakan akar rumput,” kata Sudaryono.
Suasana malam itu di GOR Jatidiri dipenuhi sorot lampu, pameran hasil bumi, festival budaya, serta deklarasi komitmen antara pemerintah provinsi, komunitas petani, dan lembaga pendamping. Bagi Luthfi, momentum ini menandai titik balik cara Jawa Tengah memandang ketahanan pangan. “Setiap bulir padi yang tumbuh adalah bagian dari ketahanan negara,” ujarnya.
Ia optimistis, jika gerakan ini dijalankan konsisten, Jawa Tengah dapat menjadi contoh nasional dalam mencapai swasembada pangan sekaligus memperkuat posisi petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan Indonesia.




