PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menggelar rapat koordinasi bersama desa penyangga untuk mengevaluasi sistem keamanan dan pelayanan wisata di kawasan Gunung Bromo. Rapat berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026, di Wisma Utjik Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
Rakor tersebut dihadiri perangkat daerah terkait serta perwakilan desa penyangga di sekitar kawasan Bromo. Forum difokuskan pada penguatan pengamanan destinasi menyusul laporan kehilangan tujuh koper milik wisatawan asal Thailand beberapa waktu lalu.
Sejumlah desa penyangga yang terlibat di antaranya Ngadisari, Wonotoro, Jetak, Ngadas, Wonokerto, dan Ngadirejo. Desa-desa tersebut memiliki peran strategis karena menjadi akses utama sekaligus penopang aktivitas wisata di kawasan Bromo.
Dalam pertemuan itu, peserta membahas skema pengawasan terpadu, termasuk pembagian peran antar-desa dan koordinasi dengan aparat keamanan. Penguatan sistem pelayanan wisata juga menjadi perhatian, terutama untuk memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Pemerintah daerah menilai dinamika kunjungan wisatawan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan tata kelola yang lebih tertib dan profesional. Evaluasi dilakukan sebagai langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang.
Disporapar berharap sinergi antara pemerintah daerah dan desa penyangga mampu memperkuat manajemen destinasi secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan terhadap Bromo sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo.




