PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo mulai memanaskan mesin politiknya melalui Musyawarah Khusus (Mussus) yang digelar di tiga zona. Kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi kader untuk menghadapi agenda pemilihan mendatang.
Mussus digelar selama tiga hari, 7-9 Agustus 2026. Zona Tengah menjadi wilayah pertama yang menggelar konsolidasi pada Jumat, 7 Agustus 2026. Zona ini mencakup delapan kecamatan, yakni Krucil, Tiris, Maron, Dringu, Gending, Banyuanyar, Leces, dan Tegalsiwalan.
Perwakilan DPW PKB Jawa Timur, Achmad Faidy Suja’ie, meminta kader tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik. Menurut dia, keberadaan PKB harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ketua Umum, Gus Muhaimin menegaskan bahwa PKB wajib bermanfaat,” kata Achmad Faidy saat memberikan sambutan di hadapan kader PKB Kabupaten Probolinggo, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia mengatakan pesan tersebut harus menjadi pegangan kader dalam menjalankan kerja-kerja kepartaian. Kader diminta hadir di tengah masyarakat dan memastikan keberadaan partai memberikan dampak nyata.
Sekretaris Jenderal DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Mahrus Shaleh, mengatakan Mussus merupakan salah satu langkah konkret untuk mempersiapkan kemenangan PKB dalam agenda pemilihan. Menurut dia, konsolidasi kader diperlukan untuk memperkuat mesin partai hingga tingkat wilayah.
“Agenda ini menjadi salah satu langkah persiapan kemenangan dan kami sangat berharap mereka yang mengikuti agenda ini menjadi garda terdepan dalam memenangkan PKB,” kata Mahrus.
Mahrus mengatakan Mussus dibagi menjadi tiga zona untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. Zona Tengah digelar pada 7 Agustus, Zona Timur pada 8 Agustus, dan Zona Barat pada 9 Agustus 2026.
“Agenda ini menjadi tiga zona, Timur, Tengah dan Barat. Dimulai tanggal 7-9 Agustus. Hari ini Zona Tengah, besok Zona Timur dan terakhir Zona Barat,” ujarnya.
Melalui konsolidasi tersebut, DPC PKB Kabupaten Probolinggo berharap kader semakin solid dan memiliki kesiapan menghadapi agenda politik berikutnya. Pembagian wilayah menjadi tiga zona juga diharapkan memudahkan koordinasi dan memperkuat kerja organisasi di masing-masing kecamatan.




