PILIHANRAKYAT.ID, Sleman – Jajaran Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pengurus Cabang PKB Kabupaten Sleman & Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman sepakat satu barisan & satu suara untuk memenangkan Pilkada yang akan dilangsungkan di Kabupaten Sleman pada 2020 mendatang.
Mengutip KH Miftahul Akhyar, Rois ‘Am PBNU, Sekretaris DPW PKB DIY Umaruddin Masdar menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama sudah fii shaffin wahid (dalam satu barisan), wa fi kalimatin wahidah (dalam satu suara).
“Pertemuan kali ini dalam rangka silaturahim dan konsolidasi Keluarga Besar NU & PKB di Kabupaten Sleman. PKB & NU akan selalu berjuang bersama memajukan dan menjaga NKRI. Begitu pula dalam pilkada besok, jika ada kader NU yang mencalonkan di pilkada 2020 maka kami NU & PKB sudah fii shaffin wahid (dala satu barisan), wa fi kalimatin wahidah (dalam satu suara)”. Jelas Umaruddin Masdar pada acara Sosialisasi & Koordinasi Pilkada 2020 bersama PCNU Kabupaten Sleman.
Hal sedana juga disampaikan Ketua DPW PKB DIY Agus Sulistiyono bahwa PKB dan NU di tingkatan wilayah sudah sepakat untuk bersama-sama satu barisan pada pilkada tahun 2020.
“3 november yang lalu DPW PKB DIY & PWNU DIY sudah mengadakan pertemuan dan membuat kesepakatan akan menyatukan kekuatan & dukungan untuk suksesi pilkada 2020 di Sleman, Bantul & Gunungkidul. Capaian positif pada pileg & pilpres di DIY menjadi salah satu modal kuat bagi kemenangan Keluarga Besar NU & PKB pada pilkada 2020”. Ujar Agus Sulistiyono dalam sambutannya.
“ Tidak akan ada calon yang mengatasnamakan NU ataupun PKB di luar nama yang nanti akan disepakati bersama oleh PKB & NU DIY”. Sambungnya.
Acara Sosialisasi & Koordinasi Pilkada 2020 bersama PCNU Kabupaten Sleman dilaksanakan pada 27 November 2019 di Puri Mataram Sleman. Hadir Ketua PCNU Kabupaten Sleman KH. Ismail, S. Ahmad beserta jajaran, Ketua DPC PKB Sleman R. Agus Choliq, Sekretaris FPKB DPRD DIY Syukron Arif Muttaqin, Anggota FPKB DPRD Sleman Tri Nugroho, Rahayu WIdi Nuryani, Rahayu WIdi Cahyani, Nafsir Fauzi & Wawan Prasetya.
(TIM Redaksi/PR.ID)




