Aceh Mendukung Fatwa Yang Melarang Simbol Agama Ada di Peci-Mobil

MPU Aceh (foto: ist)
MPU Aceh (foto: ist)

PILIHANRAKYAT.ID, Aceh mendukung fatwa yang melarang simbol agama ataupun tauhid ada di Peci maupun di mobil. Hal itu menjadi kehawatiran takut simbol tauhid itu tidak dijaga oleh pemiliknya. Sebab, simbol itu menjadi proritas utama dalam menjaga tauhid agama kita.

Hal itu dikatakan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang melarang umat Islam menggunakan simbol Islam di peci hingga mobil. Maka dari itu, Ketua Komisi I DPR Kota (DPRK) Banda Aceh Musriadi Aswad menilai pelarangan itu untuk menjaga kemuliaan kalimat tauhid.

“Pengunaan simbol Islam di mobil dan pakaian bertuliskan tauhid ditakutkan kita tidak mampu merawat kemuliaan kalimat tauhid yang menempel pada tempat-tempat tersebut,” kata Musriadi, Jumat (13/12/2019).

Baca juga  DPR Tolak Proyek Wisata Raksasa di Pulau Padar

Sudah dikatakan oleh Ketua Komisi I DPR Kota Banda Aceh itu. Bahkan dia juga sudah sudah memberi contoh seseorang menggunakan pakaian bertuliskan kalimat tauhid. Ketika keringat mengucur dan membasahi baju, masih mampukah orang tersebut memuliakan kalimat tauhid dari baunya keringat.

“Ketika ke toilet, seharusnya mencopot benda-benda yang bertuliskan tauhid itu. Bagi saya, kalimat tauhid itu harus terus terucap dan tertanam dalam sanubari terdalam, tak perlu diperlihatkan dan dipertontonkan,” jelas politisi PAN ini.

Menurutnya, tulisan kalimat tauhid harus terhindar dari najis, terinjak dan hal-hal lain. Musriadi menilai, MPU mengeluarkan fatwa tersebut agar umat Islam jangan sampai melecehkan nama agung Allah Swt atau ayat-ayat Alquran yang mulia.

Baca juga  Lakmud! Kader IPNU-IPPNU Tertegun Melihat Semangat Anisah

“Demi menjaga keagungan kalimat tersebut kita harus menyadari bahwa kalimat tauhid adalah zikir dan sarana mengingat Allah,” sebutnya.

Sebenarnya, kalaimat tauhid itu tidak relevan ditaruk di barang, peci, dan mobil. Kalau orang itu bisa menjaganya dengan cara seperti itu, tidak menjadi persoala. Akan tetapi kebanyakan orang yang memakai simbol dan ditaruk dimobil itu sudah tidak mempunyai tanggung jawab atas apa yang dilakukan itu.

“Perbanyaklah zikir dengan menyebut nama Allah dengan keutamaan yang telah disebutkan, daripada memperbanyak kalimat tauhid di berbagai tulisan yang tidak menjamin kita bisa memuliakan kalimat tersebut,” ungkap Musriadi. (Rifa’i/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *