PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Gerindra mengusulkan Ahmad Muzani untuk menjadi Ketua MPR. Akan tetapi, semua itu kandas usai Prabowo Subianto bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ahirnya, Gerindra legowo melepas kursi Ketua MPR dan sepakat Bambang Soesatyo dari Golkar memimpin lembaga itu. Yang dicadangkan oleh Gerindra gagal total dan dibolak balikkan suara oleh 8 fraksi dan DPD.
Awalnya, Gerindra memang mengusulkan Ahmad Muzani untuk menjadi Ketua MPR. Namun, 8 fraksi dan DPD memberikan suaranya ke Bambang Soesatyo. Jadi apa yang sudah diusulkan oleh Gerindra tak adagunanya lagi kalau sudah 8 fraksi memilih Bambang Soesatyo.
Paripurna pemilihan Ketua MPR sempat diskors karena Fraksi Gerindra lebih dahulu bicara dengan Prabowo. Ternyata, Prabowo sudah lebih dahulu bertemu Megawati.
“Untuk kepentingan lebih besar yaitu persatuan dan kesatuan. Kami mengedepankan musyawarah mufakat dan hasil konsultasi Prabowo dengan Megawati,” kata Ketua Fraksi Gerindra di MPR Riza Patria saat paripurna di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Kita ketahui bahwa dalam pertemuan Prabowo dan Megawati masih belum jelas. Akhirnya tidak ada yang bisa menyimpulkan hasil pertemuan dari kedua ketua umum partai tersebut. Seharusnya, keduanya menceritakan hasil pertemuannya kepada semua pihak termasuk di Partai Gerindra sendiri.
“Maka Prabowo dan Megawati sepakat untuk kepentingan lebih besar kami sepakat menjaga MPR dalam forum musyawarah dalam memutuskan kebijakan penting,” sambungnya.
Ketua MPR sementara, Abdul Wahab lalu memastikan apakah itu benar Gerindra mendukung Bamsoet jadi Ketua MPR. Riza lalu memberi penegasan.
“Kami Gerindra sudah sepakat mengusung Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR 2019-2024,” tegas Riza.
Memang dalam persidangan, tentu harus diterima apa yang diputuskan oleh hakim yang memimpin forum persidangan. Meskipun orang yang dicadangkan kalah, hal itu harus terima dengan lapang dada. Sebab, itu sudah kesepakatan forum.
(Rifa’i/PR.ID)




