Angka Perceraian di Kabupaten Sumenep Tahun 2020 Tinggi, 1.429 Perempuan Resmi Berstatus Janda

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID-Sumenep, Meski belum genab satu tahun angka pengajuan perceraian yang telah diterima oleh pengadilan agama Kabupaten Sumenep telah mencapai ribuan orang.

Berdasarakan data yang diterima oleh Pilihanrakyat.Id dari Pengadilan Agama Kabupaten Sumenep, Kamis (10/12), tingkat pengajuan perceraian yang telah diterima oleh PA Sumenep sudah mencapai 1,550 perkara dan 1,429 perkara sudah diputus oleh pengadilan agama Kabupaten Sumenep.

“Data itu merupakan akumulasi dari bulan Januari hingga November 2020,” terang Panitera Muda Hukum PA Sumenep, M Arifin saat ditemui diruang kerjanya.

Dijelaskan oleh Arifin, dari ribuan data orang yang mengajukan perceraian, 70% didominasi oleh kasus istri menggugat suami dan 25% sisanya suami menggugat istri.

Baca juga  Pengumuman! Bambang Soesatyo Sudah Membentuk Badan Komite Kelengkapan

“Mayoritas laporan pengajuan perceraian dilakukan oleh istri yang hingga mencapai 908 perkara, sedangkan sisanya gugat talak suami terhadap istri,” terangnya.

Pasangan yang mengajukan perceraian di Sumenep, lanjut Arifin rata-rata disebabkan oleh perselisihan yang terus menerus.

Berdasarkan data yang tercatat di PA Sumenep. sejak bulan Januari hingga November sudah ada 1226 perkara perceraian yang disebabkan oleh faktor perselisihan.

Baca juga  Aksi Brutal Separatis OPM Bukanlah Spontanitas, Negara Tidak Kalah

“Memang ada faktor lain yang menyebabkan perceraian, mulai dari faktor ekonomi, KDRT, meninggalkan satu pihak, perzinahan, kawin paksa bahkan murtad, namun dari semua faktor tersebut perselisihan yang terus menerus masih menduduki peringkat utama,” paparnya.

Baca juga  Peringati Hari HAM Internasional, Mahasiswa dan Buruh Aksi di Depan Istana

Dalam sebelas bulan terakhir ini kasus angka perceraian di Pengadilan Agama Sumenep masih terbilang lebih rendah dibanding tahun sebelumya.

Berdasarkan data yang berhasil dicatat, ditahun 2019 angka kasus penceraian mencapai 1,663 perkara, dengan perincian, 998 istri memggugat suami dan 655 suami menggugat istri.

“Alhamdulillah untuk sebelas bulan terakhir ini angka pengajuan perceraian masih lebih rendah dibandingkan 2019, namun tidak menutup kemungkinan di satu bulan terakhir ini kasus perceraian akan terus bertambah bahkan bisa melampaui tahun kemaren,” tukasnya.

(Nury/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Misi Atasi Pandemi, Menkes: Vaksinasi Tuntas 12 Bulan

Herd immunity merupakan upaya menghentikan laju penyebaran virus dengan cara membiarkan imunitas alami...

Wamenkes: Mendiagnosa Covid19 Lebih Dini Mencegah Kematian

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono menegaskan kunci keberhasilan Indonesia dalam...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...