BNPB Sumenep Minta Masyarakat Waspadai Terjadinya Bencana Dampak La Nina

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Sumenep-Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Sumenep menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.

“Saya harap masyarakat bisa lebih meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dimusim penghujan kali ini, mengigat potensi terjadinya bencana alam di musim penghujan lebih besar dibandingkan musim kemarau,” terang Dr. R. Abd. Rahman Riadi, SE, MM saat ditemui di ruang kerjanya.

Dikatakan oleh Rahman, berdasrkan rilis dari BMKG, dibulan desember ini hingga tahun 2021ada potensi terjadinya fenomena la nina di Indonesia, dimana intensitas curah hujan yang cukup tinggi akan mengguyur negara yang mempunyi iklim tropis ini.

Baca juga  Kabar BJ Habibie Meninggal Itu Hoax, Benarkah Itu?

“Dari Prediksi 4 satelit yang dimiliki oleh indonesia sendiri, jepang, Australi dan Amerika fenomena la nina yang diakibatkan dari meningkatnya suhu permukaan di samudra pasifik timur sudah mulai mengarah ke negara-negara bagian asia termasuk Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, Rahman berharap masyarakat bisa secara mendiri melakukan pencegahan dini agar ketika bencana hidrometeorologi yang berupa fenomena la nina terjadi di indonesia utamanya di Kabupaten Sumenep tidak sampai mengakibatkan banjir ataupun tahan longsor.

“Saat ini yang kita perlukan adalah melakukan pemcegahan dini,” ujarnya.

Baca juga  PSP Menyambut Hari Kesaktian Pancasila Dengan Ziarah ke Makam Pahlawan

Menurit Rahman, ada tiga cara yang bisa dilakukan masyarakat dalam menghadapi fenomena la nina ini, yang pertama ialah menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan sekitar dengan cara tidak membuang sampah di aliran air, seperti di gorong-gorong, drainase ataupun aliran sungai sekalipun.

Baca juga  Lucinta Luna Akan Menikah! Harap Warganet Siap-siap Patah Hati

Cara yang ke dua, lanjut Rahman membagun biopori dihalaman pekarangan rumah. Tujuannya agar air hujan yang turun tidak langsung menuju ke saluran air melainkan masih bisa diserap oleh tanah.

Sementara, untuk cara yang ketiga ialah menjaga kelestarian lingkiungan dengan cara tidak malakukan penebangan pohon sembarangan.

“Banjir dan tanah longsor rata-tata terjadi di daerah-daerah yang pohonnya banyak di tebang, oleh sebab itu kita harus terus menjaga kelestarian lingkungan sekitar kita,” tukasnya.

(Nury/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Vaksinasi Nasional Momentum Merajut Asa Pariwisata Indonesia

Saat ini semua sektor yang mendukung pariwisata, melakukan pembenahan diri. Seperti itulah kondisi yang...

Pemuda Desa Bragung Sumenep Temui Kepala Desa: Tanyakan Realisasi BUMDES Dan Antisipasi Kenakalan Remaja

PILIHANRAKYAT.ID, Sumenep-Pemuda yang tergolong dalam Solidaritas Pemuda Desa Bragung (SP2D) temui Latifah, Kepala Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...