PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Besaran Bantuan Partai Politik (Banpol) di Kabupaten Probolinggo kembali menuai kritik. Nilainya yang hanya Rp2.500 per suara dinilai terlalu kecil dan tidak mampu menopang kebutuhan pelatihan kader hingga tingkat akar rumput.
Politisi PPP, Umil Sulistyoningsih, menyebut angka tersebut tertinggal jauh dibandingkan beberapa daerah tetangga di Tapal Kuda. Kabupaten Situbondo, kata dia, sudah berada pada kisaran Rp6.000 per suara, sementara Banyuwangi mencapai Rp10.000 per suara.
“Dengan nilai Rp2.500 itu sangat sulit melakukan kaderisasi yang benar-benar menyentuh akar rumput. Sementara daerah sebelah sudah jauh lebih besar,” ujar Umil.
Ia menegaskan bahwa kenaikan Banpol bukan semata perkara nominal, tetapi terkait kualitas pendidikan politik masyarakat. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, partai tidak bisa menjalankan program pembinaan secara optimal. “Pendidikan politik itu penting supaya masyarakat semakin paham proses pemilu, baik Pileg maupun Pilkada,” katanya.
Sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Probolinggo pun mulai mendorong evaluasi besaran Banpol. Namun keputusan akhir tetap harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. PPP termasuk yang mendesak agar kajian dilakukan secara komprehensif dengan membandingkan standar daerah lain.
“Kalau daerah lain bisa lebih tinggi, tentu menjadi bahan evaluasi. Kami hanya berharap ada penyesuaian yang realistis demi meningkatkan kualitas kaderisasi,” ujar Umil.




