News  

Ekonomi Melemah, Pemerintah Andalkan Diskon Nasional untuk Pacu Daya Beli

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pemerintah kembali mengandalkan strategi insentif konsumsi untuk menggerakkan putaran ekonomi menjelang akhir tahun. Melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), tiga program diskon berskala nasional resmi diluncurkan dengan potongan harga yang diklaim mencapai hingga 80 persen. Langkah ini diambil di tengah melemahnya daya beli masyarakat sepanjang 2025.

Kemendag mengumumkan tiga agenda utama: Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 pada 10–16 Desember, Epic Sale yang berlangsung sepanjang 1–31 Desember, serta BINA Great Sale Indonesia di pusat-pusat perbelanjaan mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Ketiga program ini melibatkan pelaku e-commerce, peritel modern, hingga pengelola mall di berbagai kota.

Diskon hingga 80 persen disebut berlaku untuk sejumlah kategori, terutama fesyen, kebutuhan rumah tangga, elektronik, serta produk UMKM. Namun, Kemendag menegaskan bahwa besaran potongan bergantung pada kebijakan masing-masing pelaku usaha. Artinya, potongan maksimal tidak berlaku merata.

Baca juga  Polda Jatim Siap Bubarkan Sound Horeg yang Langgar Aturan

Menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, sektor ritel membutuhkan “booster permintaan” setelah pertumbuhan sepanjang tahun berjalan dalam ritme lambat. Kampanye diskon nasional diharap menjadi pemantik lonjakan transaksi pada periode Natal dan Tahun Baru—momen ketika pola konsumsi rumah tangga biasanya meningkat.

Di dunia e-commerce, operator platform menargetkan kenaikan signifikan pada jumlah pesanan harian. Beberapa pemain mengakui bahwa pertumbuhan transaksi digital sejak pertengahan tahun menunjukkan tanda perlambatan, sehingga momentum Desember menjadi titik krusial untuk memulihkan angka penjualan.

Baca juga  Oktober (Sajak-sajak Tan Hamzah)

Di sisi masyarakat, rangkaian diskon besar-besaran ini menjadi peluang berbelanja dengan harga lebih miring. Pemerintah berharap gelombang konsumsi akhir tahun dapat membantu menjaga daya beli, mempercepat perputaran barang, sekaligus memberi sumbangan positif terhadap kinerja ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *