Daerah  

Festival Seni Budaya Belah Jimat Masuk Kalender Event Jatim, Wali Kota Probolinggo Dorong Jadi Destinasi Wisata

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Festival Seni Budaya Belah Jimat (Bersih Lahir dan Jiwa Masyarakat) Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, kembali digelar. Tahun ini, kegiatan budaya tahunan tersebut tidak hanya masuk dalam 160 kalender event Kota Probolinggo, tetapi juga tercatat dalam kalender event Provinsi Jawa Timur.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, masuknya Belah Jimat dalam kalender event tingkat provinsi menjadi peluang untuk terus mengembangkan potensi budaya lokal. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri puncak Festival Seni Budaya Belah Jimat di halaman GOR Tri Dharma, Minggu (21/6).

“Kekompakan dalam suatu rutinitas yang kita galakkan ini, Belah Jimat masuk kalender event provinsi. Akan kita tingkatkan terus sehingga menjadi salah satu destinasi wisata yang dilirik wisatawan lokal maupun internasional,” ujar Aminuddin.

Menurutnya, Festival Seni Budaya Belah Jimat tidak sekadar menjadi agenda hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai budaya dan filosofi. Tema tahun ini, Winangun Kerta Kinarya Japa, dimaknai sebagai upaya membangun kesejahteraan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dengan iringan doa yang dipanjatkan.

Baca juga  Gang Sempit Hambat Pemadaman, Rumah Warga Kraksaan Terbakar Saat Listrik Padam

“Terima kasih sudah menyelenggarakan Belah Jimat. Seluruh masyarakat khususnya warga Kelurahan Mangunharjo tentu sangat berbahagia. Mudah-mudahan apa yang direncanakan bermakna manfaat untuk masyarakat,” kata Aminuddin.

Festival tersebut menjadi sarana edukasi kebudayaan sekaligus upaya menjaga sejarah dan identitas masyarakat Kota Probolinggo, khususnya Kelurahan Mangunharjo. Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi melalui potensi lokal dan pelaku usaha mikro kecil menengah.

Lurah Mangunharjo Ikromi Wida Utama menjelaskan, rangkaian kegiatan Belah Jimat telah dimulai sejak 1 Suro atau 1 Muharram. Agenda diawali dengan khotmil Quran, ziarah ke makam Bupati Djoyolelono, Bupati Joyonegoro, serta para kepala desa terdahulu.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan istigasah, jamas kentongan Kiai Lembu Suro, hingga puncaknya berupa festival budaya. Pawai budaya dan bazar UMKM menjadi bagian utama acara yang melibatkan ratusan masyarakat Mangunharjo.

Baca juga  Perbaikan Tata Kelola Jadi Sorotan, Pemkab Probolinggo Kejar Target Pelaporan ke KPK

“Puncak kegiatan dikelola Pokmas Teja Arum dengan melibatkan sekitar 500 orang, 16 tampilan kesenian dan 15 tenda UMKM dari 17 RW di Kelurahan Mangunharjo,” ujar Ikromi.

Berbagai pertunjukan budaya turut memeriahkan festival tersebut, mulai dari arakan kentongan, festival kostum, musik duk-duk, pawai Bhineka Tunggal Ika, gemar makan ikan, ogoh-ogoh, tari tradisional, kreasi modern hingga fashion show batik dari RW Rusunawa Bestari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Muhammad Abas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Setiorini Sayekti, Plh Camat Mayangan Deus Nawandi, serta jajaran forkopimcam dan lurah se-Kecamatan Mayangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *