Hasto Wibowo; Kita Sudah Tidak Mengimpor Minyak Jenis Heavy Crude Lagi

exxonmobi (foto: ist)
exxonmobi (foto: ist)

PILIHANRAKYAT.ID, Tuban-Dengan membeli dan mengelola minyak mentah dari dalam negeri yang cukup banyak, Kementerian ESDM merasa senang karena hal tersebut dapat mengurangi impor dari negara lain.

“Kementerian ESDM tentunya senang sekali, bangga sekali kita bisa membeli minyak mentah dari ExxonMobil yang sudah sejak lama kita harapkan,” tutur Pelaksana Tugas (Plt)D Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto saat menyaksikan pengapalan perdana minyak mentah di Kapal Alir-Muat Terapung (FSO) Gagak Rimang, Tuban, Jawa Timur pada Jumat (20/9).

“Semoga dengan (penjualan minyak ke domestik) ini, neraca perdagangan kita, khususnya impor jadi berkurang,” imbuhnya.

Penjualan minyak mentah ini merupakan tambahan volume minyak EMCL yang dijual ke pasar dalam negeri setelah Domestic Market Obligation (DMO) terpenuhi. Produksi minyak mentah Lapangan Banyu Urip sendiri telah mencapai 220 ribu barel per hari. Minyak tersebut kemudian dialirkan melalui jalur pipa sepanjang 95 kilometer ke Palang, Tuban, kemudian ke Kapal FSO Gagak Rimang di lepas pantai Tuban, Jawa Timur.

Baca juga  Ketapang Night Culture Festival, Upaya Warga Probolinggo Gaet Wisatawan Bromo

Djoko menceritakan, beberapa tahun silam, Pemerintah kesulitan membeli minyak bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas karena dalam kontrak kerja sama yang diteken menyatakan KKKS dapat menjual minyak bagiannya ke mana saja.

Apalagi sejak tahun 2003 Indonesia telah menjadi nett importir minyak. Selama ini, KKKS menjual minyaknya ke luar negeri dan dibeli lagi untuk keperluan dalam negeri. Proses ini mengakibatkan biaya transportasi menjadi besar.

“Minyak dari KKKS dibawa keluar pakai kapal terus masuk lagi, kita beli. Kan ada ongkos. Paling tidak (dengan penjualan langsung ke domestik) ada (biaya) transport yang bisa dihemat,” jelas Djoko.

Baca juga  Refly; Perppu Penyetop Semua Tuntutan

Pada kesempatan yang sama, President ExxonMobil Cepu Limited Louise McKenzie mengungkapkan, pengapalan minyak mentah ini untuk mendukung ketersediaan minyak domestik. Dia juga berterima kasih atas dukungan Pemerintah, Pemda serta masyarakat terhadap kegiatan operasi Blok Cepu.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, para mitra Blok Cepu, serta masyarakat sekitar yang terus mendukung kegiatan operasi Banyu Urip,” ujar Louise.

Senada dengan Louise, Senior Vice President Integrated Supply Chain Pertamina (Persero) Hasto Wibowo, menyambut gembira penjualan minyak mentah ini dan Pertamina tidak perlu lagi mengimpor minyak dari Azerbaijan, Angola dan beberapa negara lainnya.

“Dengan adanya suplai ini, kita total sudah tidak mengimpor minyak jenis heavy crude lagi,” ujarnya. (Cipto/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *