Jokowi Tidak Menghiraukan Pembicaraan Surya Paloh

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Ketua Umu Partai Nasdem Surya Paloh sempat berbicara soal amandemen UUD 1945. Akan tetapi hal itu ditolak mentah-mentah oleh Presiden Jokowi, lantasan Jokowi masih setia pada hukum positif.

Sebelunya, Ketua MPR Bambang Soesatyo(Bamsoet) juga sudah menyebutkan bahwa Ketum NasDem Surya Paloh sempat bicara soal amandemen UUD 1945 secara menyeluruh. Sedangkan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masih setia pada hukum positif.

“Pak Jokowi pada prinsipnya akan setia pada semua hukum positif peraturan perundang-undangan, termasuk UUD ’45 sampai perundang-undangan ke bawah sepanjang itu jadi hukum positif itu saja yang dipegang oleh pemerintah,” kata Stafsus Presiden Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).

Baca juga  SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO X MILAD, BANJIR DOA DAN HARAPAN YOGYAKARTA

Seperti yang kita ketahui bahwa Hukum positif merupakan hukum yang sedang berlaku atau sedang berjalan, tidak termasuk hukum di masa lalu. Fadjroel menyebut pihak pemerintah belum ada pembicaraan di luar hukum positif.

“Di luar itu kami tidak membicarakan. Jadi kami hanya menjalankan apa yang menjadi hukum positif di sini dari Pancasila, UUD ’45, sampai peraturan perundangan yang ada,” katanya.

Bamsoet sebelumnya mengatakan bahwa Surya Paloh menyampaikan soal amandemen menyeluruh. Namun, amandemen menyeluruh itu tidak akan diwujudkan secara sembrono. Sebelum ada keputusan dari banyak kalangan, termasuk persetujuan dari Presisen Jokowi.

Baca juga  Pidanakan dan Jatuhkan Denda agar Industri-industri Pencemar Lingkungan Kapok!

“Bang Surya tadi menyampaikan amandemen menyeluruh yang mengevaluasi berdasarkan daftar isian masalah kita sebagai bangsa dan negara. Dari mulai preambule pembukaan sampai pasal demi pasalnya mana-mana sajanya yang perlu kita amandemen, ubah, sesuai dengan kebutuhan bangsa kita,” kata Bamsoet di Kantor DPP Partai Nasdem, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (13/11).

Baca juga  Waketum ISRI : PT BUMN adalah Jantung Riset & Development, Jangan diambil alih Swasta apalagi Asing

“Tapi tidak boleh gampangan, harus betul-betul cermat. Kalau memang kita mau ubah konten, ubah sesuai dengan kebutuhan bangsa. Tidak boleh mengada-ngada,” ucap Bamsoet.

Kalau hanya mengubah substansinya saja tanpa melakukan relevansi terhadap faktor yang ada, maka tidak ada gunanya amandemen itu dilakukan. Sebab, amandemen itu diubah asal ada berkemajuan dalam sosial. (Rifa’i/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

PPKM di Perpanjang, WaGub DKI Jakarta; STRP Masih Tetap Berlaku

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) masih tetap...

PPKM di Perpanjang, IKAPPI Minta Percepatan Vakisin di Pasar Tradisional

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) merespons baik pernyataan Presiden dalam pengumuman perpanjangan PPKM. Namun...

Keluarkan Kebijakan PPKM,Inmendagri; Optimalkan Posko Covid19 Tingkat Desa

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta, - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro. Hal itu dikuatkan dengan...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...