PILIHANRAKYAT.ID, Kasus COVID-19 yang dinyatakan positif pada 25 Maret 2020 meningkat sebanyak 105 kasus.
“Total report kita, jumlah kasus positif 790 orang. Sembuh 31 orang. Kemudian meninggal 58 orang,” kata Juru Bicara Presiden untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto, Rabu (25/3/2020).
Penambahan kasus yang dicatat sejak 24 Maret pukul 12.00 hingga 25 Maret pukul 12.00 ini tak sebanding dengan angka kesembuhan yang hanya dialami satu orang. Kasus kesembuhan juga tak sebanding dengan kasus meninggal. Sejak 21 Maret 2020 hingga 25 Maret 2020, kasus kesembuhan bertambah sebanyak 15 orang, sementara pertambahan kasus meninggal untuk periode yang sama sebanyak 26 orang.
Yuri mengingatkan masyarakat untuk sama-sama berusaha mencegah penyebaran COVID-19. Menurutnya, masyarakat harus berusaha menjaga jarak dalam setiap kontak fisik, baik di luar rumah maupun di dalam rumah.
Kesadaran untuk hidup sehat juga sangat penting mencegah penyebaran. Ia mengatakan cuci tangan menggunakan sabun sangat efektif untuk mencegah penularan, sebab bisa saja virus COVID-19 menempel pada benda-benda yang kita gunakan sehari-hari.
Yuri juga mengingatkan kepada orang yang sakit untuk menggunakan masker dan segera berkonsultasi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Ia juga menjelaskan kegiatan pemeriksaan massal dengan metode rapid test yang berbasis respons imunologi ini tak dimaksudkan sebagai diagnosis. “Kita tahu jika virus masuk ke tubuh maka tubuh akan membentuk antibodi. Inilah yang akan diukur alat (rapid test),” kata Yuri.
Mereka yang dinyatakan positif COVID-19 oleh rapid test, menurut Yuri, bisa diartikan pernah diinfeksi atau sedang diinfeksi. Sebaliknya, jika pemeriksaan menyatakan negatif, tak berarti orang yang diperiksa bebas dari virus.
“Bisa saja sudah terinfeksi, tapi antibodinya belum terbentuk. Pembentukan antibodi perlu waktu enam atau tujuh hari,” katanya.
Kasus Covid-19 Meningkat Jadi 790




